Senyum Sikitlah Demi Danau Toba Rasa Eropa

Coky Simanjuntak | Sabtu, 16 April 2016 23:04:37

Danau Toba/maritim.go.id
Danau Toba/maritim.go.id

Orang Batak, khususnya yang masih tinggal di huta, dikenal susah senyum. Bagi yang pernah menggelar pesta adat di Bonapasogit, pasti sedikit banyak menyaksikan betapa Orang Batak yang hadir sulit senyum. 

Kalaupun ada yang melempar senyum, itu sedikit kali. Rata-rata mereka yang senyum adalah keluarga dekat saja. Sementara yang lain, bibir mereka tetap datar, sambil menyalam dengan kuat.

Sulit sekali mencari referensi mengapa Orang Batak payah senyum. Tapi, kalian pasti tahu senyum bagi Orang Batak bukanlah segalanya. Ketulusan hati, bagi Orang Batak, tidak selalu dibuktikan dengan senyum lebar. 

Kalian pasti ingat dengan istilah ‘senyum palsu’ atau ‘lain di bibir lain di hati’? Jadi kebanyakan Orang Batak memang pelit senyum, apalagi senyum yang basa-basi.

Problem Orang Batak yang payah senyum ini ternyata dibaca oleh pemerintah. Bahkan, problem ini dituding sebagai salah satu penyebab susah berkembangnya industri pariwisata di Tano Batak, khususnya Danau Toba.

Demi mewujudkan Danau Toba sebagai Monaco of Asia, pemerintah lewat Kementerian Koordinator Kemaritiman akhir tahun lalu meluncurkan Gerakan Bersih dan Senyum (GBS).

Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengakui gerakan ini meniru Smile Singapore. Kampanye yang digagas mendiang Perdana Menteri Lee Kwan Yew ini terbukti meningkatkan industri wisata di Negeri Singa.

"Bangsa kita ada yang doyan senyum, ada yang tidak. Di Jawa Barat tuh rata-rata doyan senyum orangnya, tapi di Danau Toba belum tentu. Orangnya (Batak) keras-keras semua walaupun hatinya baik, makanya harus diajari senyum," kata Rizal seperti dikutip Antara, Kamis 26 November 2015.

Senyumlah Ompung!

Menko Rizal tidak main-main dengan problem senyum Orang Batak ini. Karena itu, tugas kampanye senyum untuk Orang Batak dibebankan kepada kepala daerah di Sumut, mulai dari gubernur dan para bupati/wali kota sekitar Danau Toba.

“Gubernur harus mengubah perilaku masyarakat setempat. Misalnya yang tadinya tidak bisa tersenyum, harus rajin senyum,” kata Rizal.

Ilustrasi ompung tersenyum. @Batakgaul

Kepala daerah tidak dibebankan dengan tugas macam-macam, karena persoalan infrakstruktur pembangunan wisata Danau Toba dan pemasarannya nanti akan ditangani pemerintah pusat dengan membentuk Toba Tourism Authority.

Badan khusus ini yang nanti akan susah payah menjadikan Danau Toba seperti Monaco, negara (kota) kedua terkecil di dunia yang berbatasan dengan Prancis.

Jadi tugas pemerintah daerah hanya membuat ompung-ompung, lae ito, tulang natulang murah senyum, sehingga wisatawan betah berlama-lama di Bona Pasogit. Jadi siapkah kalian tersenyum? Senyum sikitlah, demi Danau Toba rasa Eropa…..

BACA JUGA