Ritual Adat Batak Ini Dulu Mensyaratkan Babi Jantan Berbulu Hitam

Alex Siagian | Jumat, 17 Februari 2017 14:02:13

ilustrasi/blogspot
ilustrasi/blogspot

Pengucapan syukur setelah menuai hasil panen sudah menjadi tradisi hampir seluruh masyarakat adat di Indonesia, tak terkecuali Bangso Batak. Namun, sebagian ritual ini pelan-pelan hilang ditelan zaman.

Misalnya saja, Marbabi Sitio-tio yang dulu menjadi tradisi halak hita di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Toba Samosir. Secara sederhana Marbabi Sitio-tio bisa diartikan ‘bagi yang suci/sakral'

Beberapa natua-tua di desa yang ditemui batakgaul.com belum lama ini menjelaskan, biasanya sebelum Marbabi Sitio-tio dilakukan, masyarakat dalam satu kampung akan berkumpul di salah satu tokoh adat yang dituakan. 

Dalam pertemuan itu, tokoh adat akan menunjuk seseorang untuk menjadi hasuhuton (tuan rumah) untuk ritual tersebut. Meski dipilih secara acak, namun penunjukan hasuhuton ini akan bergilir setiap tahunnya. 

Usai menunjuk hasuhuton dan menentukan hari H, maka hasuhuton tersebut akan mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan untuk kegiatan ini. Apa saja?