Pendidikan Orang Batak Sudah Terbaik di Indonesia pada Abad 19

Coky Simanjuntak | Kamis, 23 Juni 2016 10:06:05

Frederich Silaban, Burhanuddin Harahap dan Amir Sjarifoeddin Harahap
Frederich Silaban, Burhanuddin Harahap dan Amir Sjarifoeddin Harahap

Pendidikan bagi orang Batak adalah segalanya. Bahkan, sukses seorang halak hita dalam pendidikan, dianggap sebagai keberhasilan orangtuanya.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pada abad-19 orang Batak, terutama Toba, Mandailing dan Karo termasuk orang Indonesia berpendidikan terbaik.

Selain Batak, menurut Sejarawan Anthony Reid dalam 'Menuju Sejarah Sumatra', suku lain yang berpendidikan terbaik kala itu adalah Minangkabau, Minahasa, dan Toraja.

Menurut catatan Budayawan Batak Togarma Naibaho (57), tingginya pendidikan orang Batak karena memang tujuan halak hita merantau adalah untuk sekolah, selain untuk bekerja.

”Tahun 1970-an, pendidikan perantau Batak di Jakarta rata-rata sudah SMA,” ujar Togarma seperti dilansir Kompas, 3 Februari 2013.

Dengan pendidikan tinggi ini, maka tak heran di era pemerintahan Presiden Soekarno banyak orang Batak menjabat sejumlah posisi dan terlibat dalam pembangunan.

Misalnya saja, Amir Sjarifoeddin Harahap yang menjadi menteri pada Kabinet Presidensial, yakni Kabinet Sjahrir I, Kabinet Sjahrir II dan Kabinet Sjahrir III. Kemudian menjadi Perdana Menteri para Kabinet Parlementer (3 Juli 1947 – 29 Januari 1948), yakni Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin II

Selain Harahap, ada juga arsitek Friedrich Silaban. Desain masjid bersandi ‘Ketuhanan’ karya Silaban menjadi pemenang pertama sayembara sketsa dan maket yang diselenggarakan oleh Presiden Soekarno pada 1955.

Arsitek Frederich Silaban bertemu Presiden Soekarno

Dengan menyingkirkan puluhan peserta, Silaban dianugerahi sebuah medali emas 75 gram dan uang Rp. 25.000. Penyerahan hadiah dilakukan di Istana Negara pada 5 Juli 1955.

(BACA: Arsitek Batak Perancang Masjid Istiqlal)

Pada era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin (1966-1977), orang Batak banyak dipercaya menjadi pimpinan di pos-pos pemerintahan. Salah seorang staf kepercayaan Bang Ali adalah Rio Tambunan, ayah penyanyi Denada.

Karena banyak anak buahnya yang orang Batak cakap dalam bekerja, Bang Ali pernah berkata:  

“Berpikirlah seperti orang Batak, berbicaralah seperti orang Sunda, dan bertindaklah seperti orang Jawa”.