Pembagian Daging dalam Adat Batak Toba Berawal dari Cerita Raja

Chandra Siagian | Kamis, 26 Januari 2017 22:01:55

Jambar Juhut/batakgaul
Jambar Juhut/batakgaul

Dalam pesta kawin adat Batak Toba, kalian pasti pernah melihat bagian-bagian hewan sembelihan yang dibagikan kepada pihak-pihak tertentu kan? 

Ya itu namanya Jambar Juhut (jatah daging). Entah itu daging sapi, kerbau atau ngok-ngok… :)

Apapun hewannya, tahukan kalian bahwa setiap pihak dalam Dalihan Na Tolu (Dongan Sabutuha, Hula-hula dan Boru) sudah ditentukan sejak awal akan mendapatkan bagian mana dari binatang sembelihan itu.

T.M. Sihombing dalam bukunya Filsafat Batak (1986) menjelaskan bahwa asal mula terjadinya parjambaran juhut adalah cerita tentang Raja Panungkunan Na Bolak yang membagikan hasil buruannya berupa seekor rusa besar. 

(BACA: Jenis-jenis ‘Jambar’ dalam Pesta Kawin Adat Batak Toba)

Dia menyuruh anak buahnya membagi-bagikan daging tadi kepada warga yang hadir. Tapi anak buahnya membagi-bagi daging secara asal-asalan, sehingga hanya tertinggal tulang-tulang yang disaputi daging sedikit saja. 

Raja Panungkunan Na Bolak akhirnya kecewa karena keluarganya dari kampung lain, yaitu dongan sabutuha, hula-hula dan boru akan sampai sore harinya. Tidak mungkin juga dia ngasih tulang-belulang kepada dongan sabutuha, hula-hula, sama boru

Lalu bagaimana solusi Raja?