Nuansa Batak Warnai Perayaan Natal Universitas di Surabaya

Coky Simanjuntak | Jumat, 02 Desember 2016 19:12:02

Ilustrasi tortor/batakgaul
Ilustrasi tortor/batakgaul

Nuansa Batak mewarnai perayaan Natal Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya. Para peserta bersama-sama menari Tortor dengan menggunakan ulos serta sortali untuk menyambut Natal dan Tahun Baru 2017 di auditorium kampus tersebut, Jumat (2/11).

Ketua panitia acara, Dr Ir Hotlan Siagian MSc mengatakan dipilihnya tema 'Boan Sada Nari' karena sebagai pemaknaan, agar semua membawa satu jiwa lagi untuk mengenal Yesus Kristus. Menurutnya, misi ini dilakukan secara terus-menerus yang tidak berhenti pada satu jiwa saja.

"Tahun 2016 kami mengambil Batak, sebagai penanda. Panitianya pun kebanyakan berasal dari Batak, mulai dari mahasiswa, dosen hingga persona kependidikan," kata Hotlan Siagian.

Dia menjelaskan, karena mengambil nuansa Batak, maka pihaknya juga menyesuaikan warna untuk tema, yakni hitam, merah dan emas.

Hotlan mengatakan, rangkaian kegiatan Natal 2016 merupakan acara yang diadakan di bawah Pusat Kerohanian UK Petra.

Sebelum puncak perayaan Natal hari ini, civitas akademika UK Petra juga sudah melakukan kunjungan ke mantan pegawai UK Petra, anak pegawai, pembinaan guru dan pimpinan sekolah Kristen di Medan, Sumatera Utara.

"Dengan demikian, akan semakin banyak jiwa yang diselamatkan dalam Yesus Kristus. Itu tema besar yamg kami pilih untuk perayaan Natal tahun 2016," ujar Hotlan Siagian.

Acara keakraban tersebut juga melibatkan tamu undangan, seperti guru sekolah binaan dan keluarga pegawai UK Petra itu juga terdapat ke asyikan tersendiri, pasalnya bagi yang enggan ikut menari, mereka diwajibkan memberi saweran atau menyelipkan uang ditangan para penari.

Pembukaan rangkaian perayaan Natal 2016, yang dilakukan oleh Rektor UK Petra Surabaya, Prof. Rolly Intan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional dan pemberian kain Ulos asli Batak oleh ketua panitia acara Natal serta dilanjutkan dengan ramah tamah dengan suguhan beragam makanan ringan khas Batak. Seperti Lapet, Ombus-ombus dan Lemang.

 

SPONSORED
loading...