Mengenang Ulos dan Sortali Soeharto di Jubelium 125 Tahun HKBP

Maruli Simarmata | Jumat, 26 Agustus 2016 11:08:31

Presiden ke-2 Soeharto dan Ibu Negara Ny Tien Soeharto di Tarutung/istimewa
Presiden ke-2 Soeharto dan Ibu Negara Ny Tien Soeharto di Tarutung/istimewa

Beberapa presiden Indonesia pernah mengenakan pakaian adat Batak. Tak terkecuali si penguasa Orde Baru, Presiden ke-2 Soeharto.

Soeharto dan Ibu Negara Ny Tien Soeharto memakai ulos dan sortali pada peringatan Jubelium 125 tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Tarutung, Tapanuli Utara, 19 Oktober 1986.

Kala itu, pakaian adat yang dikenakan Soeharto mendapat pujian, tidak seperti pakaian adat Presiden Jokowi yang belakangan menimbulkan polemik.

“Setidaknya tidak ada kritik yang muncul saat itu,” kata M Simanjuntak, warga Tapanuli mengingat peristiwa 30 tahun lalu.

Namun, kata dia, sulit membandingkan  'tidak ada kritik' para era Orde Baru dengan era demokrasi sekarang. 

“Bisa saja dulu orang takut mengkritik karena takut dengan Soeharto yang otoriter. Kalau sekarang kan era demokrasi, orang bebas mengkritik lewat media sosial, asal jangan kebablasan,” ujarnya.

Namun yang jelas, menurut Simanjuntak, kedatangan Soeharto ke kantor Pusat HKBP di Tarutung kala itu membekas di ingatan kebanyakan orang Batak.

“Karena barangkali baru pertama kali itu presiden Indonesia memakain pakaian adat Batak,” ujar dia.