Mengapa Orang Batak Banyak Jadi Doktor?

Coky Simanjuntak | Minggu, 08 Januari 2017 08:01:00

Ilustrasi doktor/blogspot
Ilustrasi doktor/blogspot

Sudah bukan barang baru bahwa pendidikan adalah hal yang utama bagi orang Batak. Bahkan sejarawan Anthony Reid dalam 'Menuju Sejarah Sumatra’ menyebut, etnis Batak sebagai salah satu yang berpendidikan terbaik pada abad ke-19.

Nah, tahukah kalian, menurut survei mendiang Ompung Nortier Simanungkalit pada 1999 terhadap 20 marga Batak, terdapat 120 doktor dari marga-marga tersebut. Jadi, jika dirata-rata setiap marga mempunyai 6 orang doktor pada 1999.

"Padahal dari Simalungun, Karo, Pakpak, Toba, Mandailing, Angkola terdapat 416 marga. Satu saja doktor dari tiap marga, sudah 416 orang doktor dari suku bangsa Batak,” kata sang komponis seperti dikutip dari Harian Kompas, 22 Agustus 1999.

20 Marga Batak yang disurvei antara lain Simanjuntak, Siahaan, Lumbantobing, Panggabean, Sirait, Tambunan, Siregar, Nasution dan Simanungkalit. 

Lalu kenapa orang Batak banyak menjadi doktor?