'Mambosuri/Mangirdak', Nujuh Bulanan-nya Orang Batak

Tansiswo Siagian | Minggu, 26 Februari 2017 10:02:49

Ilustrasi/IG: @jcandikha
Ilustrasi/IG: @jcandikha

Nujuh bulan atau selametan di usia kehamilan ketujuh tidak hanya ada pada masyarakat Jawa, tetapi juga orang Batak. Halak hita menyebutnya Mangirdak.

Sama seperti Nujuh Bulan, Mangirdak dilaksanakan saat usia ketujuh bulan kehamilan pertama wanita yang telah menikah. Adat ini dilaksanakan hanya bagi kehamilan anak pertama "buha baju.”

Terlepas adanya perbedaan bentuk acaranya, Mangirdak pada dasarnya telah ada sejak zaman dahulu “ompunta sijolo tubu”. Jadi, bukan meng-copy paste (manuman-numan) Nujuh Bulan yang diterapkan suku lain.

(BACA: Tujuan Utama Pernikahan Batak adalah Punya Anak!)

Penyebutan nama memang ada perbedaan dan itu tergantung daerahnya. Di suatu daerah di Tano Batak ada yang menyebut Mangirdak, Mambosuri atau Manonggot. Pun ada menyebut Pasahat Ulos Mula Gabe.

Namun, prinsipnya tetap sama dilakukan saat kehamilan mendekati melahirkan “na naeng gok di bulanna”. Bagi kita yang penting adalah pemahaman makna dan apa yang bisa kita petik dari adat tersebut.

Lalu apa makna mangirdak bagi orang Batak?