Kenapa Orang Batak Banyak Jadi Pengacara? 

Coky Simanjuntak | Senin, 12 Desember 2016 10:12:26

Ruhut Sitompul dan Otto Hasibuan/Youtube: KompasTV
Ruhut Sitompul dan Otto Hasibuan/Youtube: KompasTV

Profesi advokat alias pengacara seakan sudah identik dengan orang Batak. Anggapan ini tidak berlebihan mengingat banyak halak hita yang menjadi pengacara sukses dan terkenal.

Ruhut Sitompul, mantan pengacara yang sekarang anggota DPR, mengungkapkan kenapa banyak orang Batak menjadi pengacara.

“Kenapa banyak dari suku kami, orang Batak jadi pengacara. Ya jujur saja, kami minoritas dan biasanya kalau minoritas itu tidak berani berbohong,” kata Ruhut dalam ’The Interview with Tukul’ di KompasTV, belum lama ini. 

“Pengacara yang dipegang mulutnya, sedangkan kambing yang dipegang ekornya. Makanya, kami bekerja dengan hati,” kata Ruhut.

(BACA: 4 Alasan Orang Batak Banyak Berprofesi di Bidang Hukum)

Mantan artis sinetron ini juga mengatakan, suara pengacara haruslah kuat. 

“Kenapa orang Batak suaranya kuat, dari jarak rumah dari yang satu ke yang lain (di kampung), kadang-kadang jaraknya 2-3 kilo,” ujar pria kelahiran Medan 62 tahun silam ini.

“Ucok pulang kau…” teriak Ruhut mencontohkan cara mamaknya memanggil dulu. 

“Itu makanya di pengadilan dia juga lantang,” ujarnya sambil tertawa.

(BACA: 4 Alasan Perantau Batak Pantang Pulang Sebelum Jadi ‘Orang')

Sementara itu, Otto Hasibuan mengatakan profesi advokat itu ibarat menghadapi madu di tangan kanan dan racun di tangan kiri. 

Karena profesi ini penuh risiko, pengacara Jessica Kumala Wongso ini selalu butuh keluarga untuk mendoakannya.

“Kalau berangkat dari rumah gak didoakan anak istri, bisa jadi racun,” kata Otto menambahkan prinsip hidupnya sebagai advokat adalah ‘bisa dipercaya’ dan ‘punya kemampuan’.