Kapolda Sumut Diberi Marga Karokaro, Istrinya Beru Ginting

Coky Simanjuntak | Jumat, 04 November 2016 09:11:00

Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan istri menjalani prosesi adat Karo/batakgaul
Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan istri menjalani prosesi adat Karo/batakgaul

Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Sumut meninjau langsung kondisi warga pengungsi erupsi gunung Sinabung di Desa Ndokumiroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumut, Kamis (3/11).

Begitu rombongan tiba, Bupati Karo Terkelin Brahmana dan tokoh masyarakat Karo terlebih dahulu melakukan upacara adat. 

Dalam kesempatan itu, Rycko dan isterinya masing-masing diberi marga. Rycko mendapat marga Karokaro, sedangkan isterinya menjadi Beru Ginting.

"Ini suatu kehormatan yang luar biasa, pertama kali kedatangan kami di Tanah Karo langsung mendapat sambutan yang begitu hangat dan penuh kasih sayang. Kami mengucapkan terima kasih dan semoga persaudaraan ini terjalin sampai akhir hayat kita," ujar Rycko.

(BACA: FPI Protes Babi Panggang Karo, Josua Siregar Surati Jokowi)

Kapolda bersama FKPD Sumut/batakgaul

Tak hanya itu, pria yang menerima penghargaan Adi Makayasa Tahun 1988 itu juga disematkan pakaian adat Karo berupa Topi Adat Karo, Selempang, dan Sarung. 

Rycko merasa mendapat surprise dalam upacara adat tersebut karena pertama kali menerima marga dar masyarakat Adat Karo. 

"Jadi marga nama saya bertambah menjadi Karokaro. Lalu istri saya menjadi Beru Ginting. Topi ini melambangkan kepemimpinan, selempang simbol tanggung jawab, dan segitiga yang di bahu maknanya haruslah adil dan seimbang,” ujar Rycko. 

"Sedangkan kain sarung filosofinya harus sopan santun. Ini adalah pelajaran nomor satu yang saya dapat. Filosofi ini juga berlaku bagi setiap orang," tambahnya.

(BACA: Ini 5 Meme Lucu Setelah FPI Protes Babi Panggang Karo)

Sementara itu, di lokasi pengungsian, Gubernur Sumut HT Erry Nuradi berpesan agar warga selalu menjaga kekompakan dan menjaga kesehatan, terutama segera memeriksa kondisi kesehatan jika mengalami gangguan. Termasuk mengingatkan warga untuk tidak memasuki zona merah karena sangat membahayakan keselamatan.

"Pemerintah sedang berupaya menyiapkan relokasi, yang pembangunannya sedang dijalankan, sehingga diharapkan warga dapat direlokasi secepatnya," ujarnya.

Selain Rycko dan Erry, dalam kunjungan tersebut turut hadir Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung dan Kepala BIN Daerah Sumut Brigjen TNI Sungkono.