Kalian Mau Keluar Rumah di Malam Tahun Baru? Ingat Mandok Hata!

Chandra Siagian | Sabtu, 31 Desember 2016 14:12:56

Ilustrasi Mandok Hata/ronarata.files.wordpress.com
Ilustrasi Mandok Hata/ronarata.files.wordpress.com

Bagi orang Batak, malam Tahun Baru bukanlah sekadar soal kembang api, barbecue, terompet dan suasana meriah lainnya. Tapi soal doa, kata maaf dan refleksi diri. 

Itulah makanya anak-anak muda Batak susah kali diajak teman-temannya merayakan Tahun Baru keluar rumah.

Doa, maaf dan refleksi diri itu terangkum dalam acara Mandok Hata yang dilakukan hampir setiap keluarga Batak tengah malam saat pergantian tahun.

Sederhananya Mandok Hata diartikan sebagai mengucapkan kata. Lalu apa yang buat Mandok Hata ini beda dari sekedar mengucapkan kata? 

Mandok Hata haruslah disertai umpasa-umpasa (pantun petuah). Di Bona Pasogit biasanya Mandok Hata dimulai kalau lonceng gereja sudah dibunyikan. 

Lonceng gereja ini menjadi penanda bahwa Tahun Baru telah tiba. Kemudian keluarga Batak akan berkumpul bersama mengadakan kebaktian kecil.

Meskipun hanya segelintir ‘jemaat’, kebaktian keluarga ini biasanya mengikuti susunan acara yang sudah diberikan gereja setempat. Tentu tidak termasuk khotbah pendeta dan koor ama-ina dong ya :)

Setelah kebaktian keluarga usai, acara dilanjutkan dengan prosesi yang biasanya buat anak-anak ogah-ogahan, yaitu menuangkan isi hatinya kepada setiap anggota keluarga yang hadir. Maklum saja, sesi curhat ini dimulai dari usia yang paling muda.

Lalu, apa selanjutnya?

SPONSORED
loading...