Kain-kain Batak yang Pernah Dipakai Jokowi

Jordan Silaban | Senin, 25 April 2016 02:04:40

Jokowi memakai beragam kain Batak/blogspot
Jokowi memakai beragam kain Batak/blogspot

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa dibilang cukup dekat dengan orang Batak. Kedekatan ini tidak mengejutkan mengingat warga di Tanah Batak memberikan lebih dari 90 persen suaranya untuk Jokowi-JK pada Pilpres 2014.

Setelah menjadi kepala pemerintahan, Jokowi pun tidak lupa. Dia beberapa kali datang ke Tanah Batak. Nah, setiap kali Jokowi tiba, halak hita selalu menyematkan kain Batak kepada presiden ke-7 itu.

Saat dua kali mengunjungi korban erupsi Gunung Sinabung, yakni pada Oktober 2014 dan September 2015, dua kali juga Jokowi disematkan Uis Gara (Kain Merah) pada pundaknya. Jokowi pun tanpa canggung mengenakan kain khas Batak Karo tersebut.

Bukan kali ini saja Jokowi disematkan Uis Gara. Sebelum menjabat sebagai presiden, Jokowi juga pernah dua kali memakainya. Pertama saat dia masih mejabat Gubernur DKI Jakara pada September 2012. Kala itu, Jokowi menyambangi komunitas Batak Karo di Cililitan, Jakarta Timur.

Di situ, Jokowi disematkan Uis Beka Buluh atau topi untuk pria bagi masyarakat Karo. Pakaian adat itu perlambang kehormatan. 

Uis Gara juga pernah sekali lagi dikenakan Jokowi saat masa kampanye Pilpres di Kabupaten Kabanjahe. Penyematan Uis Gara itu dilakukan di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Kabanjahe, yang menjadi tempat pengungsian korban erupsi Sinabung, Juni 2014.

Ulos Ragidup dan Uis Beka Buluh/blogspot

Tidak hanya kepada Batak Karo, Jokowi juga memberi perhatian lebih kepada masyarakat Batak Toba. Kedekatan ini dibuktikan dengan obesesi pemerintah menjadikan Danau Toba sebagai 'Monaco of Asia'.

Dalam rangka persiapan itu, Jokowi pun beberapa kali mengunjungi Tano Batak, dan beberapa kali disematkan ulos kepadanya.

Misalnya, saat mendarat di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, 1 Maret 2-16, Jokowi langsung diulosi oleh pejabat setempat dengan Ulos Ragidup.

Dalam adat Batak, Ulos Ragidup adalah yang paling tinggi derajatnya karena sangat sulit pembuatannya. Ulos ini terdiri dari tiga bagian, yakni dua sisi yang ditenun sekaligus, dan satu bagian tengah yang ditenun tersendiri dengan sangat rumit.

Sesuai namanya 'Ragidup' (corak hidup), ulos ini melambangkan kehidupan. Selain simbol kehidupan, Ulos Ragidup ini juga melambangkan doa restu untuk kebahagian dalam kehidupan. Itu makanya banyak rumah tangga Batak mempunyai ulos jenis ini.

Ulos Ragidup yang khusus dipakai Presiden Jokowi tampaknya adalah jenis Silinggom, yang artinya 'si pelindung'. Ulos Ragidup Silinggom memang diberikan kepada mereka yang punya pangkat, kuasa dan yang bisa memberikan perlindungan kepada rakyat. Ulos ini biasanya diberikan kepada sang pemimpin saat dia mengunjungi sebuah kampung (huta).

Sejatinya, Ulos Ragidup Silinggom tidak diperjualbelikan karena kesakralannya. Hanya dibuat jika ada yang memesan. Namun, entah mengapa sekarang sudah banyak pihak yang memperjualbelikannya secara bebas.

Ulos Ragidup Silinggom yang dipakai Presiden Jokowi tampak ditenun secara khusus. Hal ini bisa dilihat dari warna merah putih di ulos tersebut, sehingga menyerupai Bendera Merah Putih. Biasanya warna ulos jenis ini adalah hitam atau merah marun.

Secara tidak langsung, Ulos Ragidup Silinggom warna merah putih itu menandakan orang-orang Batak menaruh harapannya pada Tuhan dan pemimpin nasionalis dengan Merah Putih di dadanya.