Ini Rahasia Kenapa Perempuan Batak Begitu Tangguh!

Tansiswo Siagian | Minggu, 05 Maret 2017 08:03:30

Ilustrasi perempuan Batak/rosenmanmanihuruk.blogspot
Ilustrasi perempuan Batak/rosenmanmanihuruk.blogspot

Perempuan Batak, terutama yang telah berkeluarga, peranannya begitu sentral dalam kehidupan rumah tangga. Itu makanya banyak sebutan yang disematkan pada mereka.

Seperti “paniaran, soripada, tunggane boru, pangintubu (mitra seorang suami, istri yang melahirkan keturunan), atau “parsonduk bolon, sitiop puro, sisuhat sidabuan” (pemegang peran tata kelolah keuangan keluarga).

Ada lagi sebutan lainnya yaitu “inanta, pardijabu” (ibu pengasuh dan mengaturkan semua hal yang ada dalam rumah).

Sebagai mitra suami dalam banyak hal, perempuan Batak begitu terhormat. Sebagai perempuan, dia sangat dibutuhkan untuk melahirkan (reproduksi) penerus silsilah keluarga (tarombo).

(LIHAT VIDEO: Sedih! Boru Simamora Nyanyi & Peluk Inangnya Saat Wisuda)

Dalam perannya sebagai ibu rumah tangga, dia adalah pengelola keuangan keluarga, seperti mengatur dapur, kebutuhan anak, kebutuhan adat dan lain sebagainya.

Sebagai ibu, dia berperan untuk merawat kesehatan anak, gizi anak, perkembangan kejiwaan anak, pendidikan anak dan kebutuhan lainnya dalam rumah tangga.

Melihat peran perempuan dalam adat dan keluarga, adakalanya seorang ibu dalam adat Batak disebut parbatu ni rumah (batu landasan tempat duduk tiang rumah), atau mungkin dalam bahasa Indonesia disebut Ibu adalah ‘tiang negara’.

(BACA: Cerita Ompung Diana Pasaribu, Raih 3 Rekor MURI di Usia Senja)

Sebab ibu begitu kompleks peran dan tanggungjawabnya untuk menjaga kehidupan keluarga serta merawat harmoni dan mempersiapkan anaknya menyongsong masa depan yang lebih baik sebagai generasi penerus tarombo.

Maka tidak heran jika kita melihat perempuan Batak yang sudah punya anak “seperti tidak peduli” lagi pada pribadinya sendiri, demi menghidupi dan kemajuan anak-anaknya.

Kenapa bisa demikian?