Ini Alasan Kenapa Orang Batak Suka Bicara Lama Saat Pesta

Chandra Siagian | Rabu, 08 Februari 2017 15:02:34

Ilustrasi Raja Parhata/FB: Pangky Napitupulu
Ilustrasi Raja Parhata/FB: Pangky Napitupulu

Bagi kalian yang sering menghadiri pesta adat Batak, pasti sudah tidak heran dengan lamanya durasi acara tersebut. Bukan sesi makan yang membuat lama (karena orang Batak biasanya cepat kalau makan..he-he), melainkan sesi bicara.

Sesi bicara ini biasa disebut sebagai Marhata atau Jambar hata, yakni hak bicara yang dilakukan dalam setiap upacara adat. Nalom Siahaan dalam Adat Dalihan Na Tolu (1982) menjelaskan, Marhata adalah dialog resmi antara boru (pihak penerima istri) di satu pihak dan hula-hula (pihak pemberi istri) di pihak lain yang selalu ada dalam setiap adat Batak. 

Dongan sabutuha dari boru memiliki hak bicara. Demikian juga dongan sabutuha dari hula-hula. Bahkan, boru dan hula-hula dari masing-masing pihak juga terlibat dalam dialog.

TM Sihombing dalam Filsafat Batak (2000) menjelaskan bagaimana pentingnya arti 'kata/hata' dalam pekerjaan adat. Itu makanya tidak banyak orang yang suka menjadi 'Raja Parhata' (yang mewakili ‘suhut' dalam bertanya jawab).

Kenapa?