'Ilu Na Maraburan' Film Batak tentang Pedihnya Hidup

Tuntun Siallagan | Minggu, 19 Maret 2017 19:03:17

Cover 'Ilu Na Maraburan'/youtube
Cover 'Ilu Na Maraburan'/youtube

  • Sutradara : Ponti Gea
  • Skenario : Bonardo Sinaga
  • Produksi : PT. Pelita Utama
  • Pemain Utama: Amani Hotma/Nai Hotma, Hotma, Rosinta, Gomgom

 

Pagi itu, dua orang pria (Patar dan Lamhot) mendatangi rumah Amani Hotma. Mereka merupakan suruhan Amani Mian, seorang rentenir kampung yang meminjamkan uangnya kepada Amani Hotma beberapa waktu lalu, sebelum dia membuka usaha sebagai tengkulak kopi di kampung halamannya.

Kedatangan kedua pria itu untuk meminta tagihan bunga sebanyak 15 persen/bulan dari Rp 30 juta yang dipinjamnya. Karena uang hasil penjualan kopi dari toke besar di Medan belum juga sampai, Amani Hotma pun tidak mempunyai uang untuk membayarnya.

(LIHAT VIDEO: 4 Film Bioskop Bernuansa Batak Bisa Kalian Tonton di Sini!)

Saat kedatangan pertama, tukang tagih memang maklum dan menunggu sampai tanggal yang sudah dijanjikan Amani Hotma. Tapi, saat kedatangan kedua mereka tidak juga membuahkan hasil, mereka marah besar terhadap Amani Hotma.

Kedua pria itu memakinya dan bahkan mengatakan, akan mencegat putri kedua Amani Hotma (Rosita) yang pulang dari sekolah sebagai bayarannya. Kebetulan Rosita adalah sosok perempuan yang manis menurut kedua tukang tagih.

(LIHAT VIDEO: Film Ini Telusuri Jejak Asal Usul Peradaban Batak)

Mendengar perkataan itu, Amani Hotma pun naik pitam. Secara refleks, dia langsung mengambil kampak pembelah kayu yang tergeletak di teras rumah. Tahu dalam keadaan bahaya, kedua pria itu sontak lari tunggang-langgan ke arah hutan.

Amani Hotma tidak mempedulikannya, dia tetap mengejar mereka hingga dia kelelahan. Saat itulah penyakit pusu-pusu yang diderita Amani Hotma selama bertahun-tahun kambuh. Di sebuah jurang, dia terjatuh.

Lalu bagaimana nasibnya?