'Kita Punya Hak Mendirikan Sebuah Perserikatan Batak...'

Coky Simanjuntak | Jumat, 20 Mei 2016 09:05:14

Pengurus Jong Batak Bond/arsip nasional
Pengurus Jong Batak Bond/arsip nasional

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional setiap 20 Mei seperti hari ini, selalu mengingatkan kita akan perjuangan pemuda-pemuda nusantara dalam menumbuhkan kesadaran atas pentingnya sebuah kemerdekaan.

Kesadaran atas kemerdekaan ini juga gencar digelorakan para pemuda Batak, yang akhirnya membentuk Jong Batak Bond pada 24 Oktober 1926 di Bandung.

“Bahasa Batak kita begitu kaya akan puisi, pepatah, dan pribahasa yang kadang-kadang mengandung satu dunia kebijaksanaan tersendiri. Bahasanya sama dari Utara ke Selatan, tapi terbagi dengan jelas dalam berbagai dialek. Kita memiliki budaya sendiri, aksara sendiri, seni bangun yang tinggi mutunya, yang sepanjang masa tetap membuktikan bahwa kita memiliki nenek-moyang yang perkasa."

"Sistim marga yang berlaku bagi semua kelompok penduduk negeri kita menunjukkan adanya tata negara lama yang bijak. Kita mempunyai hak untuk mendirikan sebuah Perserikatan Batak yang khas, yang dapat membela kepentingan-kepentingan kita dan melindungi budaya kuno kita”.

Demikian diserukan para pendiri Jong Batak Bond, termasuk Sanusi Pane dan Amir Sjarifuddin Harahap, dalam 'Dengan Semangat Berkobar Nationalism dan Gerakan Pemuda di Indonesia, 1918-1930’. (Hans Van Miert, 2003: 475)

Jong Batak Bond atau yang kemudian lebih dikenal dengan Jong Batak ini tidak membeda-bedakan agama, sub etnis dan budaya anggota. Jadi kalau masih ada dari kaiian sesama Bangso Batak yang mempersoalkan perbedaan di atas, berkacalah pada mereka….

Nah, karena mengusung semangat pemikiran yang maju dan modern, cabang-cabang Jong Batak tersebar di hampir seluruh kota di Pulau Jawa dan Sumatera. 

Menurut Anggaran Dasarnya, Jong Batak didirikan dengan tujuan, antara lain menguatkan kembali upaya untuk mengangkat kehormatan budaya Batak, berupaya menjunjung tinggi serta bangga terhadap budaya Batak, menumbuhkan kesadaran serta kebersamaan bagi pengembangan budaya Batak yang merupakan sebuah kesatuan dari suku Mandailing, Angkola, Toba, Simalungun, Karo, Nias dan lainnya dan sebagai perkumpulan Orang Batak.

(BACA: Tokoh-tokoh Batak Penentang Soeharto)

Jong Batak juga diharapkan mampu berbuat banyak untuk menciptakan kesejahteraan lahir dan batin bagi orang Batak serta menyadari perlunya penguatan pemahaman mengenai negara bagi penduduk di tanah Indonesia.

Dengan semangat nasionalisme, Jong Batak bersama-sama organisasi kepemudaan lain, yaitu Jong Java, Jong Celebes,  Jong Ambon, dan lainnya, memiliki cita-cita yang sama, yakni Indonesia merdeka.

Cita-cita ini kemudian ditempuh dengan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928, dengan Jong Batak menjadi salah satu panitianya, yakni Amir Sjarifuddin Harahap sebagai bendahara.

(Dari Berbagai Sumber)

SPONSORED
loading...