Ikan Batak, Makanan Raja-raja yang Terancam Punah

Coky Simanjuntak | Kamis, 07 Juli 2016 09:07:30

Ikan Batak (Neolissochilus thienemanni)/iftishing.com
Ikan Batak (Neolissochilus thienemanni)/iftishing.com

Danau Toba ternyata menjadi satu-satunya habitat bagi ikan bernama latin Neolissochilus thienemanni.

Ya, karena hanya bisa ditemukan di Danau Toba, wilayah tempat orang Batak tinggal, ikan endemik tersebut dikenal dengan sebutan Ikan Batak.

Ikan Batak yang disebut ihan (Bahasa Batak) ini berasal genus Neolissochilus. 

Namun sayang, ikan ini kini terancam punah dan masuk dalam Red List Status di IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dengan kode Ref.57073 sejak tahun 1996.

(BACA: Ini Penyebab Lidah Mati Rasa Setelah Makan Andaliman)

Padahal, konon ikan ini adalah makanan para raja-raja, selain merupakan penganan sesembahan kepada Tuhan (upa-upa) yang diberikan oleh Hula-hula (pihak pemberi istri) kepada Boru (pihak penerima istri). 

Tujuannya, agar si penerima mendapat berkat dari Tuhan berupa kesehatan dan panjang umur, mendapat banyak keturunan, dan mudah rezeki di harta. 

Dalam prosesi adat perkawinan, pemberian ini sebagai balasan pemberian makanan (tudu-tudu sipanganon) oleh Boru.

Dalam perkembangannya, karena Ikan Batak ini sulit ditemukan lagi, orang Batak banyak menggunakan ikan dari genus Tor (dekke Jurung-jurung) untuk acara adat. 

Secara fisik, ikan-ikan genus Tor -  seperti Tor soro, Tor douronensis, Tor tambra dan Tor tambroides - tersebut memang mirip dengan Ikan Batak yang asli (Neolissochilus thienemanni). 

Itu makanya tak heran jika banyak halak hita juga menyebut ikan-ikan tersebut dengan sebutan Ikan Batak.

(BACA: Terungkap! Penyebab Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Toba)

Ikan Batak genus Tor/blogspot

Berbeda dengan Ikan Batak yang asli, Ikan Batak bergenus Tor ini masih banyak dijumpai di Sunda (Ikan Kancra), Jawa (Ikan Tambra), Kalimantan (Ikan Sapan), Sumatera Selatan (Ikan Semah), dan bahkan sampai Malaysia (Ikan Mahseer atau Kelah).

Nah, dekke Jurung-jurung ini belakangan juga semakin langka dan mahal harganya, sehingga orang Batak sekarang banyak menggunakan ikan mas (genus Cyprinus) untuk acara adat. 

Sebab apapun ikannya, acara adat harus tetap terlaksana dan arsik adalah bumbunya..hehe