Hari Ini, Pesta Budaya Generasi Muda Batak Digelar di Medan

Tuntun Siallagan | Selasa, 25 Oktober 2016 09:10:15

Poster Jong Bataks Arts Festival
Poster Jong Bataks Arts Festival

Jong Bataks Arts Festival Ketiga tahun 2016 hari ini mulai digelar di Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Sumatera Utara. 

Festival yang digalang Rumah Karya Indonesia ini rencananya akan berlangsung sampai Jumat (28/10).

Jong Bataks Arts Festival akan menghadirkan di atas panggung karya-karya generasi muda dalam merespon kebudayaan leluhurnya. Kali ini, festival ini menawarkan konsep ritual Topeng Batak dalam seni pertunjukan. 

Sekretaris Jong Batak Arts Festival Ketiga, Agus Susilo, mengungkapkan acara tersebut menjadi sebuah even yang punya potensi bagus sebagai ajang generasi muda melahirkan gagasan-gagasan kreatifnya dan tetap mempertahankan tradisi leluhur.

"Di pesta budaya ini, kita bisa menyaksikan pameran kuliner tradisional, produk-produk lokal, seni rupa, kreatifitas seni pelajar, pertunjukan interdisipliner seni (tari, musik, film, sastra dan teater). Selama empat hari masyarakat luas dapat menikmati sajian ritual topeng yang bisa beradaptasi dengan jiwa pemuda masa kini,” ujar Agus dalam keterangan persnya, kemarin.

Jumpa pers Jong Bataks Arts Festival.

Setidaknya ada 48 komunitas yang berbasis kultur mencoba menerjemahkan konsep ritual Topeng Batak dalam seni pertunjukan dengan melahirkan berbagai macam bunyi, gerak, rupa dan tatanan visual.

Pemilihan konsep topeng Batak ini telah digagas dan didiskusikan secara matang dari berbagai referensi dan literatur Batak. Konsep tersebut juga sudah dikaji secara teoritis, filosofis dan praksis dalam konteks kekinian.

"Topeng yang memiliki sejarah amat panjang dari zaman ke zaman sangat besar potensinya menumbuhkan ekonomi kreatif di tanah Batak. Dalam setiap upacara selalu ada ritual yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi seni pertunjukan untuk mempromosikan tanah Batak sebagai surga yang hilang," ujar Ojax Manalu selaku Direktur Jong Bataks Arts Festival.

Ditambahkannya, selama tiga tahun even tersebut berlangsung selalu ada pandangan miring tentang Batak dan bukan Batak. Rumah Karya Indonesia sebagai rumah para generasi muda yang punya kepedulian terhadap kebudayaan yang ada di tanah Sumatera Utara membangun festival tersebut secara intens untuk mengikis paradigma tersebut.