Gereja Tertua Ini Jejak Pertama Orang Batak di Jakarta

Coky Simanjuntak | Minggu, 29 Mei 2016 08:05:34

HKBP Kernolong Jakarta/blogspot
HKBP Kernolong Jakarta/blogspot

Tidak begitu sulit melacak jejak perantauan Bangso Batak di Jakarta. Karakter orang Batak yang suka berkumpul (marpungu), membuat sejarah perantauan halak hita di ibu kota gampang dibaca.

Apalagi jika mereka adalah orang Batak Toba, yang kebanyakan beragama Kristen Protestan. Cari saja gerejanya, di situlah orang Batak berada.

Gereja Huria Batak Kristen Protestan (HKBP) Kernolong di Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, adalah jejak pertama orang Batak di Batavia.

Gereja ini berawal dari puluhan perantau halak hita yang rindu menggelar kebaktian bahasa Batak, setelah sebelumnya mereka banyak mengikuti ibadah di gereja-gejera Protestan umum ibukota.

Kebaktian marhata Batak itu akhirnya terwujud 20 September 1919 dan diperingati lahirnya Gereja HKBP Kernolong.

Kebaktian itu dipimpin oleh Guru S. Hasibuan, F, Harahap dan Sutan Harahap. Kala itu, anggota jemaat sementara sudah mencapai 50 orang.

Merasa membutuhkan pelayanan yang lebih baik, mereka akhirnya memutuskan meminta seorang pendeta kepada HKBP Pusat di Tarutung. Tiga tahun kemudian atau tepatnya Maret 1922 tibalah Pdt. Mulia Nainggolan beserta keluarga istri dan tiga orang anaknya dari Sipirok ke Jakarta.

Tentu gereja Batak tertua di Jakarta tersebut masih aktif hingga sekarang. Praeses HKBP Distrik DKI Jakarta Pendeta Colan WZ Pakpahan mengatakan, gereja-gereja HKBP lain di Jakarta dapat dikatakan pemekaran dari Kernolong. 

”Dulu, banyak sekali orang Batak tinggal di Kernolong. Sekarang, sebagian pindah ke daerah lain di Jakarta,” ujar dia.

HKBP Kernolong Jakarta/blogspot

Berdiri 1919,  HKBP Kernolong yang juga merupakan  HKBP pertama di luar Sumatera, ikut menjadi saksi bahwa Jakarta adalah pilihan utama perantauan orang Batak, meski sebenarnya mereka sudah merantau ke Batavia sepuluh tahun sebelumnya.

Lance Castle dalam The Ethnic Profile of Djakarta menyebutkan, orang Batak pertama kali merantau ke Jakarta tahun 1907.

(BACA: 4 Alasan Perantau Batak Pantang Pulang Sebelum Jadi ‘Orang’)

Jumlah ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Masih menurut Castle, pada tahun 1930, sebanyak 15,3 persen orang Batak sudah tinggal di luar kampung halamannya. 

Migrasi besar-besaran orang Batak baru terjadi di masa revolusi kemerdekaan, 1945-1949. Pada 2010, Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah orang Batak di ibukota mencapai 326.332 orang. Jumlah ini belum ditambah halak hita di Bogor, Tangerang dan Bekasi.

Sekarang jumlah gereja HKBP di Jakarta sudah luar biasa jumlahnya. Bahkan, menurut catatan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), jemaat HKBP adalah yang terbanyak di antara jemaat gereja Protestan lain.

(Dari berbagai sumber)