Franky Sibarani Pernah Jadi 'Obat' Kecewa Orang Batak pada Jokowi

Coky Simanjuntak | Kamis, 28 Juli 2016 14:07:36

Franky Sibarani/bkpm.go.id
Franky Sibarani/bkpm.go.id

Selain Luhut Pandjaitan, ada satu orang Batak lagi yang terkena perombakan (reshuffle) kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin.

Dia adalah Franky Sibarani, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 27 November 2014.

Berbeda dengan menteri atau pimpinan lembaga lain yang dicopot, Franky tetap hadir dalam pengumuman reshuffle kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/7) kemarin. 

Santer terdengar, Franky segera menempati jabatan baru, Wakil Menteri Perindustrian. Hanya saja, pengumuman ini tidak dilakukan bersamaan dengan reshuffle kabinet.

(BACA: 4 Bukti Kedekatan Jokowi dengan Orang Batak)

Franky Sibarani/bkpm.go.id

Ditanya soal kepastian menjadi Wamen Perindustrian, Franky tidak berkomentar banyak.

"Belum nanti ya (jabatan baru). Sudah (dihubungi) tadi malam. Tunggu nanti ya. Tunggu nanti diumumkan,” kata Franky di Kompleks Istana Kepresidenan kemarin.

Batak Pertama 

Nama Franky Sibarani mulai dikenal luas oleh publik saat dia menjabat sebagai Kepala BKPM menggantikan Mahendra Siregar, pada 27 November 2014. 

Saat itu, penunjukan Franky seakan menjadi pengobat kekecewaan orang Batak terhadap Presiden Jokowi karena dalam formasi awal kabinet, tidak ada satu pun menteri halak hita.

(BACA: Demi Istri, Ekonom Batak Ini Pernah Menolak Jadi Menteri Jokowi)

Kekecewaan itu beralasan karena orang Batak ikut memberi kontribusi signifikan bagi kemenangan pasangan Jokowi-JK di Pilpres 2014. 

Di empat kabupaten pemekaran Tapanuli Utara (baca: Tano Batak) yaitu : Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir dan Humbang Hasundutan, Jokowi-JK menang mutlak di atas 90 persen.

Barulah pada reshuffle kabinet jilid I 12 Agustus 2015, Presiden Jokowi memasukkan dua orang Batak sekaligus dalam kabinet. Mereka adalah Luhut Pandjaitan yang saat itu diangkat menjadi Menko Polhukam dan Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian.

(BACA: Presiden Jokowi Reshuffle Kabinet Kerja, Ini Hasilnya!)

Nah, reshuffle jilid II yang dilakukan 27 Juli kemarin, telah menggeser Luhut dari Menko Polhukam menjadi Menko Bidang Kemaritiman. Sementara Darmin tidak terkena perombakan.