Cerita tentang Zaman Kegelapan ‘Sipelebegu’ di Tano Batak

Tuntun Siallagan | Selasa, 18 April 2017 09:04:16

Ilustrasi/sumber: KITLV, Leiden
Ilustrasi/sumber: KITLV, Leiden

Meskipun dahulu kala masyarakat Batak Toba sudah mempunyai kepercayaan kepada Debata Mula Jadi Nabolon sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, ternyata ada juga aliran yang berlawanan dengan keyakinan tersebut.

Keyakinan itu disebut sebagai aliran hitam atau kaum Sipelebegu. Dalam perjalanannya, aliran ini sempat hampir menguasai seluruh Tano Batak.

Saat itulah Tano Batak disebut sebagai masa Lunglam (kegelapan) atau zaman Sipelebegu. Dalam ‘Mengenal Batak’ (1985), Ismail Manalu mengatakan zaman Sipelebegu ini bermula ketika perang sesama saudara kerap terjadi di Tano Batak.

Ketika itulah muncul Datu Parutiutian di setiap desa dan mereka selalu adu kekuatan antara yang satu dengan yang lainnya.

Aliran hitam inimemang mempunyai beberapa keajaiban. Oleh karena itulah aliran ini mudah melebar ke beberapa daerah dan begitu cepat banyak yang meyakininya.

Para Datu Parutiutian sengaja menciptakan paham kepercayaan kepada nenek moyang. Kepercayaan itu juga dihiasi dengan susunan mantera berupa sajak dan pantun.

Kemudian pemberian persembahan (kurban) dari hewan sesuai dengan tujuan pemujaan kepada dewa atau sesuai dengan kebutuhan oleh si pemujanya sendiri.

Sementara dalam hal peperangan, Datu Parutiutian menciptakan Parulubalangon di setiap desa mereka masing-masing.

Apa itu Parulubalangon?