Begini Rumitnya Orang Batak Dulu Membangun Rumah

Chandra Siagian | Rabu, 07 Juni 2017 12:06:21

Rumah Batak
Rumah Batak

Membangun rumah di zaman sekarang, berapapun ukurannya, harus diakui adalah hal yang ribet. Belum mikir soal lokasi, pondasi, apalagi soal pengeluaran alias hepeng..he-he-he


Kalau kalian sudah, atau suatu waktu nanti merasakan ribetnya membangun rumah, janganlah patah semangat. Sebab, ompung-ompung kita dulu juga sama ribetnya dalam membangun ruma/jabu.


Bahkan keribetan sudah dimulai sejak mencari lokasi tempat rumah dibangun. Dalam 'Arsitektur Tradisional Daerah Sumatera Utara’ (1986) tertulis, pencarian lokasi rumah bukan hanya dilakukan oleh calon penghuni saja, tapi melibatkan semua unsur Dalihan Na Tolu.

(DOWNLOAD: Aplikasi Jodoh Batak untuk Android di Sini!)

Rumah Gorga/chandra

Ya, dongan tubu, hulahula dan boru akan lebih dulu melakukan musyawarah guna menentukan lokasi pendirian rumah. Sebab, masyarakat Batak dulu meyakini apabila Dalihan Na Tolu turut mengambil bagian dalam penentuan tempat tinggal, maka penghuninya akan dilimpahi kesehatan, keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian oleh Mulajadi Nabolon

Setelah lokasi ditentukan, sebelum mendirikan rumah harus diadakan acara memohon kepada Tuhan yakni Mulajadi Nabolon, Silaon Nabolon dan Mangalabula atau Mangunsong bunti

Peserta acara itu meliputi Datu Ari (dukun), Raja Parhata (ahli hukum adat), Raja Huta (kepala desa) dan tentu Dalihan Na Tolu sendiri.


Setelah acara itu, Dalihan Na Tolu juga tetap dilibatkan dalam pengambilan bahan-bahan kayu untuk rumah. 


Bagaima dilibatkannya?