Bahasa Lain Boleh Punah, 'Hata Batak' Tetap akan Bertahan Lama

Coky Simanjuntak | Jumat, 05 Agustus 2016 08:08:37

Tortor/antara
Tortor/antara

Sebanyak 13 bahasa daerah di Indonesia dinyatakan telah punah. Sementara 25 lainnya hampir punah.

Setidaknya itulah data yang disampaikan oleh Summer Institue of Linguistics (SIL 2001). Lalu bagaimana dengan bahasa Batak?

Tenang! Bahasa batak justru diprediksi termasuk satu dari sembilan bahasa yang akan bertahan karena penuturnya berjumlah 5.150.000 orang.

Delapan lainnya, yakni Aceh (3.000.000 penutur), Lampung (1.500.000 penutur), Melayu (20.000.000 penutur), Jawa (75.200.000 penutur), Bali (3.800.000 penutur), Bugis (4.000.000 penutur), Sunda  (27.000.000 penutur), dan Sasak (2.100.000 penutur).

(BACA: Orang Belanda Ini Belajar Bahasa Batak Sendiri Sampai Lancar!)

Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Endang Turmudi, mengatakan secara konseptual bahasa akan bertahan apabila memiliki sistem penulisan atau aksara sebagai fasilitas untuk merekam bahasa itu dalam media selain lisan.

Dia mengatakan sembilan bahasa yang akan bertahan tersebut termasuk dalam kelompok bahasa Austronesia atau Melayu. Sementara bahasa-bahasa etnis lainnya yang belum memiliki sistem tersebut kemungkinan besar terancam punah. 

(BACA: Lebih dari Separuh Orang Batak Tak Lagi Gunakan Bahasanya)

Bahasa yang telah punah mencapai 13 bahasa daerah, antara lain bahasa Hoti, Hukumina, Hulung, Loun, Mapia, Moksela, Naka'ela, Nila, Palumata, Saponi, Serua, Ternateno dan Te'un. Mayoritas berasal dari Maluku dan Papua.