Asal Mula Orang Batak Membangun Tugu, Monumen Makam Leluhur

Chandra Siagian | Senin, 13 Februari 2017 18:02:09

Tugu Aritonang di Muara, Taput/batakgaul
Tugu Aritonang di Muara, Taput/batakgaul

Kalau kalian sering pulang kampung, pastilah sering melihat tugu-tugu di kanan-kiri jalan yang membelah persawahan. Tapi tahukah kalian, monumen kuburan leluhur orang Batak itu pertama dibangun di Balige pada 1934 untuk mengenang pendiri marga Tampubolon. 

Sejarawan Anthony Reid dalam Kuasa Leluhur (2006) menjelaskan, baru pada 1960-an lah pembangunan tugu ini jadi menjamur. 

(BACA: Ukiran Gorga Bukti Leluhur Bangso Batak Sudah Pandai Matematika)

Walau membangun tugu ini bukan tradisi awal halak hita, tapi pembangunannya sendiri didasarkan pada rasa hormat kita kepada ompu-ompu na jolo serta pelaksanaan kewajiban untuk menghormati ayah dan ibu. 

Sebenarnya sebelum tugu, kita punya tradisi untuk menghormati ompu-ompu na jolo antara lain tradisi kubur batu sarkofagus yang peninggalannya masih bisa kita lihat di Pulau Samosir. Serta mangongkal holi, di mana tulang belulang ompu-ompu ta digali lalu dipindahkan ke sebuah makam bersama (tambak). 

(BACA: Pembagian Daging dalam Adat Batak Toba Berawal dari Cerita Raja)

Pembangunan tugu mulai berkembang sekitar tahun 1960-an. Sedikit banyaknya didukung oleh munculnya orang Batak kaya raya dan sukses di perantauan. 

Apa hubungan tugu dengan orang kaya?