Apakah Orang Batak di Perantauan Masih Peduli 'Bona Pasogit'?

Tansiswo Siagian | Selasa, 07 Maret 2017 06:03:34

Ilustrasi
Ilustrasi

Mohon maaf (santabi) buat individu dan kumpulan marga yang telah mulai berpikir dan telah berbuat untuk bona pasogit-nya. Pada umumnya, menurut hemat penulis, hampir tidak ada yang peduli dengan Bona Pasogitnya.

Lihatlah kemeriahan dan biaya yang diperlukan untuk pesta bona taon (pesta awal tahun) setiap kumpulan marga di perantauan. Perhatikanlah bagaimana kekompakan (ha-renta-on) kumpulan marga jika ada pesta adat di perantauan.

(BACA: Jhonny Siagian, Preman Pasar Senen yang Pulang ke Kampung Halaman)

Amatilah betapa semangat kebersamaan dan semangat menyumbang (manumpahi/manggugui) dari anggota kumpulan marga ketika ada pesta, lelang, tortor, saweran, atau apapun namanya untuk berpartisipasi aktif memberi untuk kumpulan marganya. Luar biasa, sangat indah. Ini semangat dan kekuatan yang sangat positif. Batak itu memang luar biasa kompak.

Jika kita asumsikan, anggota seluruh kumpulan marga Batak yang ada di luar Tanah Batak ada 500 ribu rumah tangga di mana setiap keluarga mengikuti minimal dua kumpulan marga yaitu dari pihak suami dan istri. Maka anggota seluruh kumpulan marga ada 1 juta anggota.

Jika kita adopsi ‘Gebu Minang’ yang mengumpulkan minimal Rp 2.000/bulan/anggota untuk disumbangkan membangun nagari di Sumbar, maka potensi yang dapat di kumpulan seluruh anggota kumpulan marga Batak minimal, sekali lagi minimal Rp 2 milliar perbulan atau minimal Rp 24 milliar pertahun.

(BACA: 7 Lokasi di Danau Toba Ini Wajib Dikunjungi Saat Pulang Kampung)

Seandainya, dana sebesar ini disumbangkan untuk pembangunan Bona Pasogit sebagai stimulan gerakan peduli Bona Pasogit, betapa Tanah Batak akan lebih cepat terpacu untuk maju. Terpacu jugalah secara individu dan marga untuk berlomba membangun Bona Pasogit Tanah Batak itu.

Sebagai naposo Batak yang tentunya peduli dengan Bona Pasogit Tanah Batak, mari mulai gagas dan gaungkan serta gerakkan agar semua orang Batak di rantau perduli secara bersama-sama kepada Bona Pasogit kita Tanah Batak. Horas!

Penulis: Tansiswo Siagian (Opini ini sepenuhnya tanggung jawab penulis).