Apakah Orang Batak di Perantauan Masih Peduli 'Bona Pasogit'?

Tansiswo Siagian | Selasa, 07 Maret 2017 06:03:34

Ilustrasi
Ilustrasi

Muda-mudi (naposo) Batak pasti memahami bahwa semua orang Batak Toba, apapun marganya bermula dari Tanah Batak. Maka secara filosofi dan historisnya marga Batak Toba berakar dan punya cikal bakal di Tanah Batak.

Semua marga punya kampung awal di Tanah Batak itulah yang disebut bona pasogit (bona ni pinasa). Tetapi karena kemajuan jaman dan perkembangan penduduk, maka saat ini hampir di semua daerah di Indonesia dihuni orang Batak.

Orang Batak di perantauan (parserahan) dalam pergaulan kehidupannya pastilah mencari orang Batak, sekalipun berbeda marga. Ikatan budaya dan adat serta karakter menjadi pengikat atas kerinduan tersebut, "mangkuling do mudar" hubungan darah sesama orang Batak pasti berbicara dalam hal ini.

(BACA: Mantap! Pemerintah Resmikan 3 Desa Adat Batak di Bona Pasogit)

Jika sudah bertemu dalam satu wilayah, beberapa orang Batak maka akan segera membuat komunitas/kumpulan (parsadaan) adat dan budaya. Jika komunitas ini semakin berkembang di mana pendatang baru semakin banyak dan beragam marganya, maka perlahan akan muncul komunitas klan besar marga dan selanjutnya hingga muncullah komunitas marga, sub marga (punguan saompu).

Itulah cikal bakal adanya kumpulan marga (punguan marga) hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Ikatan marga (samudar/sedarah), adat budaya dan melankolisme bona pasogit menjadi pengikat dalam kumpulan ini.

Punguan marga saat ini sangat eksis dan berkembang terutama di kota besar. Ikatan yang bergerak dalam kegiatan sosial, adat dan budaya ini sangat kuat dan mendominasi dalam kehidupan anggota marganya terutama dalam melaksanakan adat istiadat.

(BACA: Putri Sumut: Kita Memang Orang Kampung, Tapi Tak Boleh Kampungan!)

Tak bisa kita pungkiri, jika seseorang yang telah berumah tangga dan tinggal di perantauan maka sangat naif jika tidak segera masuk kumpulan marga suami dan marga istrinya. Begitulah kuatnya pengaruh kumpulan marga bagi orang Batak di perantauan.

Tetapi menjadi pertanyaan buat naposo Batak, masih adakah kumpulan marga yang saat ini begitu banyak tumbuh berkembang di rantau/parserahan dan punya hubungan dengan bona pasogit? Adakah kepedulian kumpulan marga itu pada Bona Pasogitnya di Tanah Batak?