Alasan Wanita Batak Jarang Kawin Lagi Usai Ditinggal Mati Suami

Tansiswo Siagian | Kamis, 09 Maret 2017 07:03:59

llustrasi wanita Batak/batakgaul
llustrasi wanita Batak/batakgaul

Perempuan yang telah menikah sah secara adat Batak disebut paniaran (nyoya) marga suaminya. Sebagai paniaran dia akan menyandang nama marga suaminya dan melepas marga orangtuanya. Sebab dia telah dikawinkan nungnga dipamuli gabe paniaran ni marga….

Muli secara harfiah artinya kembali, pulang. Dipamuli berarti dipulangkan. Dipulangkan bukan ke tempat orangtuanya, tetapi ke tempat suaminya. Lebih spesifik bahwa perempuan yang sudah menikah adalah 'milik' suaminya, bukan 'milik' orangtuanya.

Jika seorang perempuan Batak hendak dinikahkan dengan seorang pria, proses ini disebut pamulihon boru atau disebut manjalo tuhor ni boru atau bahkan disebut dengan kata manggadis boru.

Artinya pihak keluarga perempuan telah menyerahkan hak gadisnya kepada pihak suami dan marganya. Sebagai gantinya, pihak perempuan menerima mahar dan prosesi adat yang dikehendaki pihaknya, “manggoli sinamot dan manjalo tuhor ni boru”.

Lalu bagaimana jika seorang istri ditinggal mati suami?