Bicara Apa Adanya

Coky Simanjuntak | Selasa, 26 April 2016 20:04:15

Nico Siahaan/Youtube
Nico Siahaan/Youtube

Orang Batak dikenal senang bicara blak-blakan, tidak bertele-tele, dan apa adanya. Jika A, ya A dan jika Z, ya Z. Tidak peduli betatapun menyakitkannya, asal fakta itu benar, ya harus dikatakan apa adanya. Tanpa dibumbui macam-macam. (Kecuali andaliman…..hehe)

Dengan ciri seperti ini tidak heran jika banyak halak kita yang berprofesi di bidang hukum, seperti hakim, jaksa, apalagi pengacara. Dunia hukum adalah dunia hitam putih. Kalau hitam, ya hitam, putih, ya putih. Tidak ada wilayah abu-abu.

Dalam dunia bisnis, ciri orang Batak ini sangat disukai. Sebab, semua hal dalam bisnis harus terbuka, dan apa adanya. Jika bisnis tidak mencapai target, ya bilang saja tidak mencapai target, sehingga bisa dijalankan rencana lain (plan B) untuk menyiasatinya.

Bayangkan, jika target yang meleset ditutup-tutupi dengan bahasa yang bersayap dan abu-abu, suatu saat kalau perusahaan kolaps memang kau mau tanggung jawab? Kalau sudah kolaps, cemana nasib para karyawan?

Namun, gaya orang Batak yang apa adanya ini kurang cocok untuk dunia diplomasi. Mungkin juga karena itu belum pernah ada menteri luar negeri kita yang orang Batak.