Konsisten Dalam Ucapan

Coky Simanjuntak | Selasa, 26 April 2016 20:04:15

Choky Sitohang/tempo.co
Choky Sitohang/tempo.co

Cukup gampang sebenarnya mencari bukti orang Batak konsisten dalam ucapan (hata). Hampir tidak adanya perkawinan semarga dalam Batak sampai saat ini, membuktikan orang Batak konsisten untuk tidak melanggar aturan tak tertulis yang pernah terucap dari para leluhurnya.

Selain konsisten untuk menerapkan pernikahan eksogami (di luar marga), kebanyakan orang Batak juga masih memegang padan atau janji antarmarga untuk tidak saling kawin, kendati dua marga tersebut bukan berasal dari rumpun marga yang sama.

Misalnya, larangan saling kawin antara Hutabarat bagian parbaju bosi daan Silaban bagian Sitio. Mereka menganggap masih saudara sekandung, karena ada padan antara nenek moyang dua cabang marga tersebut.

Kalau sampai ucapan dan janji ini dilanggar, mereka akan dihukum berat, diusir, dikucilkan, dihapus haknya dan sebagainya. (Hutagalung, 1963). Bahkan, beberapa kasus konon ada pasangan yang dibunuh karena melanggar ini.

Di zaman sudah modern ini, rasanya hukuman tersebut sulit untuk bisa diterapkan. Tetapi, kenapa orang Batak tetap memegang janji dan ucapan itu? Itu artinya orang Batak dan keturunannya ingin tetap konsisten dalam ucapannya apapun konsekuensinya. Jadi bukan karena takut hukuman.