4 Alasan Perantau Batak Pantang Pulang Sebelum Jadi 'Orang'

Coky Simanjuntak, | Jumat, 13 Mei 2016 00:05:02

Ilustrasi perantau/blogspot
Ilustrasi perantau/blogspot

Merantau atau tinggal di luar kampung halaman adalah hal yang sangat biasa bagi orang Batak. Bahkan, Bangso Batak tercatat sebagai kaum perantau terbesar di Indonesia.

Lance Castle dalam The Ethnic Profile of Djakarta menyebutkan, pada tahun 1930, sebanyak 15,3 persen orang Batak sudah tinggal di luar kampung halamannya. Migrasi besar-besaran orang Batak baru terjadi di masa revolusi kemerdekaan, 1945-1949.

Di Jakarta, orang Batak mulai menginjakkan kaki pada 1907. Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2010 mencatat, jumlah orang Batak di ibukota mencapai 326.332 orang. Jumlah ini belum ditambah halak hita di Bogor, Tangerang dan Bekasi.

Di balik kesuksesan merantau, kita tahu ada filosofi umum yang sering dipakai para perantau, yakni: pantang pulang sebelum jadi orang. Maksudnya, tidak akan pulang ke kampung halaman di Bonapasogit sana, sebelum sukses di perantauan.

Nah, berikut adalah 4 alasan mengapa para perantau Batak memegang folisofi tersebut: