3 Alasan Orang Batak Toba Banyak Merantau ke Jakarta

Coky Simanjuntak | Senin, 26 Desember 2016 11:12:20

Jakarta tempo dulu/blogspot
Jakarta tempo dulu/blogspot

Jakarta adalah magnet bagi para perantau, tak terkecuali orang Batak Toba. Menginjakkan kaki di Jakarta sejak 1907, Batak Toba termasuk etnis luar Pulau Jawa yang paling awal migrasi ke ibu kota.

Menurut studi Lance Castles (1967: 169), pada 1930 orang Batak Toba di Jakarta berjumlah 1.263 orang atau 0,07 persen dari jumlah penduduk ibu kota ketika itu. Namun pada 1961, jumlah halak hita di Jakarta sudah 28.900 orang (1 persen).

Terakhir, menurut sensus 2010, jumlah orang Batak di Jakarta mencapai 326.332 orang atau 3,39 persen penduduk ibu kota. Persentase ini hampir sama dengan jumlah etnis Batak yang merupakan ketiga terbesar secara nasional yakni 3,58 persen.

Lalu, apa yang menyebabkan orang Batak Toba begitu tertarik merantau ke Jakarta? 

Berikut tiga alasan yang dikemukakan oleh Togar Nainggolan dalam ‘Batak Toba di Jakarta’ (2012):

1. Ekonomi

Dalam studi Togar Nainggolan (2012: 120), tercatat motivasi orang Batak Toba merantau ke Jakarta paling banyak adalah untuk mencari pekerjaan. Sebanyak 57,3 persen halak hita menganggap di ibu kota lapangan kerja lebih banyak.

Ya, Jakarta menjajikan kehidupan yang lebih baik bagi orang Batak Toba ketimbang menetap di huta. Motif ekonomi ini tidak lepas dari kondisi Tano Batak di era perantauan (1970-an) tercatat sebagai daerah yang penghasilannya di bawah rata-rata dibandingkan daerah lain (Eijkemans 1995:9).

SPONSORED
loading...