12 Status Kematian Bagi Orang Batak Toba

Chandra Siagian | Jumat, 23 Desember 2016 08:12:14

Ilustrasi upacara kematian orang Batak/blogspot
Ilustrasi upacara kematian orang Batak/blogspot

Setiap manusia pasti akan mengalami kematian. Bagi orang Batak, kematian bukanlah sekadar kematian. Namun, ada status yang mengikutinya.

Nah, status ini tergantung dari usia, status perkawinan dan ada tidaknya keturunan yang dimiliki mereka yang sudah meninggal dunia.

Secara garis besar, status kematian bagi orang Batak dibagi dua: bagi yang belum menikah dan bagi yang sudah menikah

Berikut 12 status-status kematian dalam orang Batak:

Mati Sebelum Belum Menikah:

1. Mate di bortian yang berarti meninggal pada saat masih dalam kandungan. Untuk kematian jenis ini tidak ada acara adat dan biasanya langsung dikubur.

2. Mate poso-poso yang berarti meninggal saat masih bayi. Untuk kematian jenis ini orang tua yang ditinggalkan menutupi/membungkus jenazah bayinya dengan ulos.

3. Mate dakdanak yang berarti meninggal saat masih kanak-kanak. Untuk kematian jenis ini biasanya tulang (paman/saudara laki-laki ibu) menutupi bere-nya (keponakan) yang meninggal dengan ulos.

4. Mate bulung yang berarti meninggal masih remaja atau ketika beranjak dewasa. Sama seperti mate dakdanak, di sini jenazah juga ditutupi dengan ulos oleh tulang.

5. Mate ponggol yang berarti meninggal ketika sudah dianggap dewasa namun belum menikah. Sama seperti mate dakdanak dan mate bulung, tulang yang ditinggal akan menutupi jenazah dengan ulos.

Selain status kematian bagi yang belum menikah, orang Batak juga membuat status kematian untuk orang yang sudah menikah. Apa saja?

SPONSORED
loading...