Ulos Passamot Curi Perhatian di Indonesia Fashion Week 2017

Coky Simanjuntak | Senin, 06 Februari 2017 10:02:57

Ulos passamot karya Torang Sitorus/modest.id
Ulos passamot karya Torang Sitorus/modest.id

Ulos Passamot mencuri perhatian dalam Indonesia Fashion Week 2017 yang digelar di Jakarta belum lama ini. Di tangan desainer Torang Sitorus, kain batak ini dijadikan koleksi busana yang mengagumkan.

“Kain ulos passamot ini biasa diberikan oleh orangtua pengantin wanita kepada orangtua pengantin pria,” jelas Torang dalam konferensi pers usai peragaan busana Bekraf bertajuk Tenoen Etnik dalam Indonesia Fashion Week 2017 di Jakarta, Rabu (1/2)

Ulos ini, kata Torang, juga pertanda bahwa orangtua pengantin wanita telah bertukar tanggung jawab dan percaya bahwa mempelai pria bisa mengemban tugasnya dengan baik. Tidak hanya itu, ulos passamot adalah sebuah wujud berkat dan doa dalam suasana suka.

Torang Sitorus/Facebook

Cerita bahagia sekaligus haru dalam perwakinan adat Batak itulah yang menginspirasi Torang mengangkat tema The Passamot dalam Indonesia Fashion Week.

Dalam koleksinya kali ini, Torang menampilkan prinsip kesederhanaan dan kesakralan Ulos melalui 16 rancangan busana muslimnya. Rancangan tersebut memadukan warna lembut dan tegas, seperti beige, burgundy, dark grey, dan maroon.

Meski demikian, Torang menceritakan, mengolah ulos tidak selalu gampang. Menurutnya, hal tersulit selama pembuatan koleksi ini adalah mengubah kebiasaan penenun untuk menghasilkan ulos yang lebih halus.

“Sebab, kain untuk adat seharusnya lebih keras, berbeda dengan ketika dijadikan sebuah busana. Namun, sekarang penenun di Batak sudah mulai menenun halus,” ujarnya.