Tahukah Kalian, 2 Orang Batak Pernah Pimpin Pemerintah Indonesia

Coky Simanjuntak | Sabtu, 14 Januari 2017 13:01:14

Amir Sjarifuddin Harahap dan Burhanuddin Harahap
Amir Sjarifuddin Harahap dan Burhanuddin Harahap

Orang Batak memang belum pernah menjadi presiden Indonesia, namun tahukah kalian bahwa halak hita pernah memimpin pemerintahan Indonesia di awal-awal berdirinya republik. 

Hal tersebut bisa terjadi karena kepala pemerintahan saat itu dipegang oleh Perdana Menteri. Sementara Presiden, yang dijabat Soekarno, berperan sebagai kepala negara. 

Adalah Amir Sjarifuddin Harahap, pria kelahiran Medan 27 April 1907, yang merupakan Perdana Menteri ke-2 Indonesia. 

Dia memimpin pemerintahan Indonesia saat Era Perjuangan Kemerdekaan lewat dua kabinet yang dibentuknya. Pertama, Kabinet Amir Sjarifuddin (3 Juli 1947-11 November 1947). Kedua Kabinet Amir Sjarifuddin II (11 November 1947-29 Januari 1948).

(BACA: Tokoh-tokoh Batak Penentang Soeharto)

Amir Sjarifuddin (kanan)

Pada era Perdana Menteri pertama Sutan Sjahrir (1945-1957), Amir juga pernah menjadi Menteri Penerangan dan Menteri Pertahanan. Belanda mengenal Amir sebagai orang yang tidak mengenal kata takut.

Pada 19 Desember 1948, Amir meninggal dunia akibat dieksekusi mati. Amir yang merupakan tokoh PKI (saat itu belum partai terlarang) dituduh terlibat dalam pemberontakan di Madiun 1948.

(BACA: Cerita Orang Batak Lolos dari Kamp Penyiksaan Nazi)

Walau seorang komunis, Amir adalah seorang Kristen yang taat. Bahkan, sejumlah sumber menyebut, saat ditembak mati oleh polisi militer, Amir meninggal dunia dengan memegang Injil.

Bagi gereja HKBP, Amir juga adalah sejarah. Sebab, pada 1931, Amir yang terlahir bukan Kristen, dibaptis di HKBP Kernolong, yang merupakan HKBP pertama di Jakarta.

Orang Batak lainnya yang pernah memimpin pemerintahan Indonesia adalah Burhanuddin Harahap. Siapa dia?