Pria Minang Ini Bingung, Punya 'Marga' Nasution Sejak Lahir

Coky Simanjuntak | Minggu, 08 Mei 2016 16:05:50

Ilustrasi
Ilustrasi

Terlahir sebagai orang Minang, Alma Nasution awalnya tidak ambil pusing dengan marga Batak Mandailing di belakang namanya itu.

Namun, semakin dewasa, pria 29 tahun ini semakin sadar bahwa nama belakangnya itu semakin membawa masalah. Sebab,  orangtuanya tidak memiliki bukti tertulis soal pemberian marga tersebut.

“Orang tua saya bilang itu hanya sebuah nama yang diberikan warga Medan sewaktu saya lahir,” kata Alma lewat rubrik pertanyaan di hukumonline.

Alma bercerita, setiap bertemu orang baru, dia selalu dikira orang Batak, padahal tidak.

“Saya asli keturunan Sumbar, Padang Panjang dengan suku ayah Tanjung dan ibu Ketapang,” ujar dia.

Alma pun mengaku bingung, apakah dia harus mengganti namanya atau tidak.

“Adakah UU yang bisa menguatkan saya kalau saya tetap menggunakan marga tersebut? Apakah saya bersalah atas penggunaan marga tersebut?” tanya Alma.

Menjawab pertanyaan Alma, pengamat hukum, Ali Salmande Harahap, menjelaskan secara prinsip dan praktik, setidaknya ada tiga cara menyematkan marga ke nama seseorang. 

“Pertama, berdasarkan keturunan yang berasal dari marga Ayah. Kedua, pemberian marga karena perkawinan. Ketiga, penabalan marga kepada tokoh-tokoh yang dianggap berjasa bagi masyarakat Batak/Mandailing melalui sidang adat dengan mengacu kepada ketentuan-ketentuan dan syarat dalam adat istiadat Dalihan Na Tolu,” ujarnya.

Ali yang juga berasal dari Tapanuli Selatan ini mengatakan, harus dipastikan dulu apakah pemberian/penabalan marga Nasution untuk Alma dulu sudah sesuai dengan syarat-syarat dalam sidang adat dan mengacu kepada Adat Istiadat Dalihan Na Tolu atau tidak.

“Bila tidak, mengacu kepada hukum adat, tentu Anda tak berhak menyandang marga Nasution,” kata Ali yang sekarang sedang menyelesaikan kuliah pascasarjana di Universitas Leiden, Belanda ini.

Namun, lanjut dia, setiap warga negara Indonesia tentu berhak memilih nama untuk anak dan dirinya sendiri. Karenanya, kata Ali, Alma sepenuhnya berhak tetap menggunakan nama Nasution.

“Dengan konsekuensi tetap memperlakukan Nasution sebagai nama, bukan sebagai marga,” ujarnya,

Meski begitu, Ali menyarankan agar Alma mengakhiri masalah yang berkepanjangan, apalagi dia merasa tak nyaman karena dikira sebagai orang Sumut.

“Maka Anda bisa mengganti nama ‘Nasution’ Anda ke pengadilan negeri,” ujarnya.

Sepengetahuan Ali, belum ada peraturan perundang-undangan yang secara spesifik mengatur persoalan pemberian marga.

“Pemberian marga itu hanya diatur dalam hukum adat (sebagaimana yang kami jelaskan di atas), yang juga diakui sebagai salah satu hukum yang hidup dalam sistem hukum Indonesia,” katanya.

Namun lebih jauh dari itu, Ali mengatakan, Alma tidak bisa dinyatakan bersalah, karena dia tak mengetahui pemberian marga/nama Nasution itu ketika dia lahir.