Pernah Buat Bumi Nyaris ‘Kiamat’, Gunung Toba Bisa Bangun Lagi?

Coky Simanjuntak | Senin, 03 Juli 2017 16:07:28

Ilustrasi super volcano/bbc.com
Ilustrasi super volcano/bbc.com

Sekitar 74 ribu tahun lalu, letusan Gunung Toba sempat membuat bumi nyaris ‘kiamat’. Partikel letusannya membuat bumi gelap selama 8 bulan, suhu turun hingga 5 derajat celcius dan manusia serta hewan mati kelaparan.

Lalu, mungkinkah Gunung Toba bangun lagi?

Pertanyaan ini cukup relevan mengingat temuan sejumlah peneliti baru-baru ini terkait adanya mineral zirkon (zr) dalam aliran lava Gunung Sinabung, Kabupaten Karo.

(DAPATKAN KAOS: NKRI Harga Mati, Batak Harga Diri)

Temuan yang dipublikasikan di jurnal internasional Nature Communication pada Mei 2017 ini menyatakan mineral zirkon ini berasal dari  sumber yang sama dengan mineral zirkon yang dikeluarkan letusan supervolcano Toba sekitar 74 ribu tahun lalu.

Temuan ini mengindikasikan ada suplai magma baru dari sumber lebih dalam yang menyebabkan lamanya letusan Sinabung.

Seperti dilansir Kompas 3 Juli 2017, penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Oregon State (Amerika Serikat), Universitas Curtin (Australia), Universitas Heidelberg (Jerman), Universitas Stanford (Amerika Serikat), dan Badan Geologi.

”Ditemukannya zirkon (Zr) Toba di lava Sinabung mengindikasikan adanya injeksi material baru ke gunung ini,” kata Indyo Pratomo, peneliti dari Museum Geologi Badan Geologi, yang turut serta dalam penelitian tersebut, di Jakarta, seperti dikutip Kompas (3/7).

"Di sisi lain, hal ini juga mengindikasikan masih ada sisa aktivitas di dapur magma Toba setelah letusan besar saat itu,” ujarnya.

(DAPATKAN: Kaos-kaos Batakgaul di Sini)

Zirkon merupakan mineral logam yang sangat jarang di alam dan biasa dipakai dalam teras reaktor nuklir karena tahan karat, tahan panas, dan tidak menyerap neutron.

Indyo mengatakan, letusan Toba 74 ribu tahun lalu itu mengeluarkan material vulkanik hingga 2.800 kilometer kubik. Akibat letusan ini, terjadi kekosongan dapur magmanya sehingga memicu runtuhnya tubuh gunung dan terbentuklah danau.

”Ternyata yang runtuh saat itu baru bagian atap dapur magma. Di bawahnya masih ada dapur magma sangat besar. Sisa aktivitas dapur magma Toba ini setelah letusan 74.000 tahun lalu ini bisa dilihat dengan terjadinya pengangkatan Pulau Samosir, yang dulu di dasar danau kaldera dengan kedalaman sampai 500 meter, kini sudah menjadi daratan sendiri,” katanya.

Dapur magma Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kata Indyo, kemungkinan tumbuh di atas dapur magma Toba purba. Sinabung tergolong gunung api baru yang terbentuk jauh setelah letusan Toba. Selama 1.200 tahun, gunung ini tidak meletus sehingga sempat dikategorikan tidur (dormant).

”Setelah ribuan tahun tidur kemudian meletus, artinya ada injeksi magma baru ke dapur magma Sinabung. Injeksi ini rupanya menerobos dapur magma Toba purba dan terbawalah mineral zirkon dari sana. Mineral ini yang berhasil kami temukan dengan menganalisis lava Gunung Sinabung,” kata Indyo.

Lalu apakah berarti Gunung Toba bisa aktif lagi?