Pendeta HKBP Ungkap Keunikan Peti Mati DL Sitorus

Coky Simanjuntak | Jumat, 11 Agustus 2017 15:08:59

Peti mati Parmualmualan DL Sitorus/FB
Peti mati Parmualmualan DL Sitorus/FB

DL Sitorus memesan dari seseorang sahabatnya bermarga Sirait, orangtua dari Herdita Veronica Sirait, pemilik CV Citra Ajibata.

“(Pemesanan) pada saat beliau masih di lapas-LP karena masalah yang menjerat beliau sekitar 3 tahun yang lalu,” ujar Panjaitan.

Panjaitan mengatakan, Parmualmualan ini dibuat dari satu batang kayu besar (hau sada) yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mempunyai tempat sehingga dapat memuat jenazah almarhum DL Sitorus.

DL Sitorus/adi

Pembuatan Parmualmualan itu melalui proses yang lama yang dibuat dari kayu yang keras. Di kalangan orang Batak biasanya itu dibuat dari kayu pinasa (nangka) atau jati (hariara).

"Sebelum dibentuk, kayu itu harus direndam dulu beberapa lama di dalam air supaya awet dan tidak termakan oleh rayap,” ujar Panjaitan.

Ornamen gorga pada peti mati yang dibalut warna merah, hitam dan putih ini dikerjakan dengan manual. Hanya orang yang punya kemampuan seni tinggi yang mampu membuatnya.

"Bahkan dalam ceritanya batang ini tidak boleh dipaku, tetapi memakai rotan kecil dililitkan, dan rotan inilah yang mengikatnya agar tertutup dan tidak boleh ada sanggahannya semacam kaki-kaki peti tetapi langsung diletakkan di lantai,” ujarnya.

Parmualmualan DL Sitorus/Facebook

Biasanya, kata Panjaitan, Parmualmualon itu dipersiapkan bagi seseorang yang sudah cukup tua dan mapan (marpahompu di anak, marpahompu di boru sahat ro di na marnini marnono) jauh hari sebelum dia meninggal dunia.

"Bahwa seseorang telah mempunyai Parmualmualan biasanya diberitahu kepada para ‘raja' secara adat dalam hubungan kekerabatan Batak 'Dalihan Na Tolu' dalam suatu acara adat sambil memberi 'sulangsulang hariapan' kepada si orang tua tersebut dari keturunannya,” paparnya.

Panjaitan mengatakan, tidak semua orang Batak yang mampu untuk membuat seperti itu, karena proses pembuatannya sulit dan lama sehingga harganya mahal.

"Orang yang meninggal yang sudah mempunyai Parmualmualan, maka akan diberangkatkan dengan adat Batak yang besar. ‘Pulik pangarapotna dan partuatna' dan diiringi dengan ogung Batak,” katanya.

Panjaitan menjelaskan, sebelum jasad DL Sitorus dimasukkan ke peti mati tersebut, acara pertama yang dilakukan adalah paulak tukkang, yakni berterimakasih kepada orang yang mengerjakan peti mati tersebut.

“Seyogianya ini akan dilakukan almarhum semasa hidupnya sekitar beberapa bulan ke depan, namun beliau lebih dahulu meninggal tanggal 2 Agustus 2017 yang lalu dalam usia 79 tahun dalam rencana perjalanan Jakarta Medan dengan pesawat Garuda,” ujarnya.

Panjaitan mengatakan, peti Parmualmualan yang sudah disiapkan 3 tahun lalu ini disimpan di Lampung. Lalu kenapa belum mati sudah mempersiapkan peti mati sendiri?

“Seperti kata almarhum ketika memesan peti itu bahwa itu adalah adat dan di Toba disebut Parmualmualon, namun bagi saya sebagai generasi muda sungguh bersyukur tau tentang cerita dan makna ini tentang Parmualmualon-Batang-Abalabal ini,” ujarnya.

"Kematian DR Sutan Raja DL Sitorus telah mengisahkan satu catatan sejarah bagi saya."