Mengenal Babi Panggang Karo yang Buat Gelisah FPI

Coky Simanjuntak | Jumat, 29 Juli 2016 08:07:59

Babi Panggang Karo/blogspot
Babi Panggang Karo/blogspot

Kalau kita menyebut kata ‘BPK’ di Sumatera Utara, jarang sekali masyarakat setempat yang mengasosiasikannya dengan Badan Pemeriksa Keuangan, sebagaimana singkatan lembaga tinggi negara itu populer hampir di seluruh Indonesia.

Kebanyakan masyarakat Medan dan sekitarnya lebih mengenal BPK sebagai singkatan dari Babi Panggang Karo, masakan khas Batak Karo yang sudah terkenal di Sumatera Utara.

Sesuai namanya, BPK adalah makanan nonhalal alias pantang bagi umat muslim. Walau demikian, masyarakat muslim Medan dan sekitarnya selama ini dikenal sangat toleran dengan keberadaan BPK.

Itu makanya banyak pemakan BPK yang terkaget-kaget ketika Front Pembela Islam (FPI) cs belakangan ini mempersoalkan warung BPK di Kabupaten Deliserdang. Padahal, bisa jadi umur warung (lapo) BPK tersebut  lebih tua dari keberadaan ormas Islam itu sendiri.

(BACA: FPI Protes Babi Panggang Karo, Josua Siregar Surati Jokowi)

Rumah Makan Babi Panggang Karo Tesalonika di Jl Lintas Sumatera, Lubuk Pakam, Deliserdang/blogspot

Terlepas dari protes FPI cs itu, apa sebenarnya BPK? Dan apa bedanya BPK dengan masakan berbahan dasar babi lainnya di Sumatera Utara?

Sesuai namanya, BPK adalah makanan yang terbuat dari daging babi yang dipanggang atau dibakar. Karena khas berasal dari Batak Karo, BPK banyak ditemukan diberbagai kota yang banyak ditinggali oleh orang Karo seperti di Berastagi, Kabanjahe, Medan dan bahkan di Pekanbaru, Jakarta dan Bandung.

(BACA: Heboh! Perempuan Berkerudung Jual Nasi Uduk Babi di Mal Jakarta)

Perbedaan antara BPK dengan babi panggang lainnya adalah terdapat pada cara pemangangan yang dilakukan lebih unik dengan irisan lebih halus serta pemilihan bagian daging yang tepat. 

Saat dihidangkan, BPK juga akan ditambahkan dengan sajian daun singkong dan kincong yang telah dihaluskan dan dimasak secara khas.

RM BPK di salah satu mal di Jakarta/blogspot

Selain itu disajikan pula saus yang terbuat dari  darah babi, di mana keberadaan saus darah terlebih dahulu telah dimasak di atas bara api dengan ditambahkan sedikit air dan dibumbui dengan ramuan seperti asam dan lain-lain. Setelah matang warna saus darah akan berwarna kecokelatan.

Hmmm…bagi kalian pemakan masakan nonhalal, pasti air liur kalian hampir mentes kan. Sudah sana, cari lapo BPK terdekat… :)