Lapo Siagian Boru Tobing, dari Jalan Darat Medan ke Senayan

Laurencius Simanjuntak | Jumat, 20 Januari 2017 08:01:26

Lapo Siagian Boru Tobing/batakgaul
Lapo Siagian Boru Tobing/batakgaul

Usaha lapo seperti sudah menjadi jalan hidup bagi Arifin Siagian (66). Punya keahlian dalam mengolah masakan Batak dan disukai banyak orang, membuatnya tidak ingin mencari jenis mata pencaharian lain.

“Bekerja lain bagi saya sudah tidak mungkin,” kata Siagian, pemilik Lapo Siagian Boru Tobing, yang menempati kawasan Pujasera, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1).

Itu makanya ayah enam anak ini sangat bingung ketika ada perintah pengosongan lahan tempat usahanya dari Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) yang sangat mendadak. 

(BACA: Ini Alasan Pengelola GBK Tutup Lapo Batak di Senayan)

Para pedagang diberi batas waktu mengosongkan lahan tepat di belakang Gedung MPR/DPR sampai 28 Februari 2017.

“Cari tempat usaha lain di Jakarta juga sulit. Apalagi jual beginian (non-halal),” kata Siagian.

Membuka usaha lapo, yang sebagian menjual masakan non-halal, adalah keahlian yang diwariskan oleh ayah Siagian. 

Arifin Siagian/batakgaul

Dari Bonapasogit, pada 1970-an ayahnya merantau ke Medan dan membuka Lapo Siagian Boru Tobing di Jalan Darat sampai sekarang.

“Sekarang yang di Medan dikelola abang saya karena bapak mamak sudah meninggal,” ujar Siagian. 

Niat Siagian merantau ke Jakarta muncul pada 1983 ketika dia merasa lapo bapaknya di Medan butuh pengembangan usaha. Maklum, lapo itu dikelola secara bergantian oleh 5 keluarga yang merupakan anak-anak lelaki ayahnya.

“Macam mana, satu usaha dibagi 5,” kenang Siagian yang akhirnya berangkat ke ibukota.

Bagaimana Siagian memulai usahanya di Jakarta?