Lapo Batak Justru Laris Manis di Bulan Puasa

Coky Simanjuntak | Jumat, 01 Juli 2016 16:07:29

Lapo Siagian Boru Tobing di Senayan/batakgaul
Lapo Siagian Boru Tobing di Senayan/batakgaul

Bulan Ramadan ternyata menjadi berkah tersendiri bagi rumah makan Batak alias lapo. Sebab, justru di bulan puasa, omzet penyedia makanan non-halal itu meningkat.

Hal ini setidaknya tampak di kawasan lapo dan rumah makan non-halal tepat belakang Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta. 

Pantauan Batakgaul.com, Kamis (30/6) di jam makan siang, lahan parkir kawasan tersebut penuh. Bahkan, karena begitu padatnya, pengunjung sampai memarkirkan kendaraannya memakan badan jalan.

Paulus Siagian, pemilik Lapo Siagian Boru Tobing, mengakui omzet rumah makan milik keluarganya di Senayan itu memang meningkat saat bulan puasa. 

Namun, menurutnya, peningkatan pada tahun ini lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dulu-dulu naiknya mungkin bisa 50-70 persen selama bulan puasa, tapi kalau sekarang paling 20 persen,” ujar Paulus kepada Batakgaul.com.

(BACA: Ini Penyebab Lidah Mati Rasa Setelah Makan Andaliman)

Para pengunjung lapo di kawasan Senayan memarkirkan mobilnya jalan/batakgaul

Dia menduga penurunan ini disebabkan oleh perekonomian yang memang sedang melambat. Ditambah sudah banyaknya rumah makan dan restoran lain yang buka pada jam puasa.

“Lihat aja di mal-mal, buka semua itu. Beda sama dulu,” ujar pria tinggi besar ini.

Paulus yakin benar peningkatan drastis omzet lapo Batak di bulan puasa dulu karena masyarakat yang tidak puasa dan pemakan makanan non-halal, hanya punya sedikit pilihan untuk santap siang di jam puasa.

“Tapi sekarang pilihan mulai banyak di restorang mal yang tetap buka,” ujar dia.

(BACA: Jangan Menolak Makan Kalau Bertamu ke Rumah Orang Batak)

Belum lagi, kata dia, di sejumlah food court di mal-mal Jakarta juga sudah menyediakan makanan non-halal berbahan dasar daging babi.

“Tapi ya bagaimanapun tetap kita syukuri ada peningkatan omzet di bulan puasa ini,” katanya.

SPONSORED
loading...