Kuatnya Cinta Marya, Menikah dengan Andri Siahaan yang Lumpuh

Coky Simanjuntak | Sabtu, 16 April 2016 22:04:32

Kegembiraan Andri Siahaan dan Marya Suanna Ndruhu. Facebook/Osborn Siahaan
Kegembiraan Andri Siahaan dan Marya Suanna Ndruhu. Facebook/Osborn Siahaan

Tak ada yang bisa menghalangi kekuatan cinta. Barangkali itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan kisah cinta Andri Siahaan dan Marya Susanna Ndruhu.

Dua warga Medan, Sumatera Utara, itu melangsungkan pernikahan pada Sabtu, 9 April 2016, meski mempelai pria dalam kedaaan lumpuh. Janji setia Andri-Marya diikrarkan di hadapan Tuhan di Gereja Oikumene, Jl Veteran Pulo Brayan, Medan.

"Pernikahan ini merupakan mukjizat Tuhan. Siapa sangka Andri yang sudah mengalami kelumpuhan selama 4 tahun lebih, bisa menikah dan ada yang mencintainya," kata Osborn Siahaan, bapatua Andri, lewat akun Facebook-nya, beberapa hari lalu.

Osborn bercerita, empat tahun silam, Andri adalah seorang pria tampan berbadan tegap.

"Orangnya cerdas, ramah dan suka menolong. Itulah yang membuatnya diterima menjadi pegawai PT PLN, bertugas di Padang Sidempuan," tutur Osborn.

Jatuh di Kolam Renang

Namun di suatu hari yang kelam di tahun 2012, Andri mengalami kecelakaan saat berenang di salah satu koram renang di Medan Tuntungan. Dia terjatuh dan tak berdaya menggerakkan tubuhnya.

Dua bulan dirawat di RS Elisabeth Medan, kesehatan Andri tak ada perubahan. "Andri tetap tak bisa menggerakkan tubuhnya," ujar Osborn.

Akhirnya, Andri dipindahkan ke RS Columbia Asia, Medan. Namun, tetap tidak ada perkembangan. Bahkan, keadaannya semakin memburuk.

"Dia hidup tapi tak bergerak. Semua sarafnya tak berfungsi. Lama-lama badannya yang memburuk semakin parah," kata Osborn kendati 'anaknya' itu sudah menjalani 9 kali operasi untuk menutup pembusukan.

Menurut Osborn, 9 kali operasi itu justru menambah derita Andri. "Malah menimbulkan penyakit baru. Badan yang masih sempurna dirusak melalui amputasi," ujarnya.

"Coba kita bayangkan betapa hancurnya tubuh Andri."

Di RS Columbia, Andri dirawat hampir 8 bulan dan menghabiskan dana hampir Rp 1 miliar. Karena tak mampu lagi menanggung biaya pengobatan, PT PLN tempat Andri bekerja akhirnya memberhentikanya sebagai karyawan.

"Saya dan istri kemudian menganjurkan agar diobati di Yayasan Harapan Jaya Katolik, Perumnas Batu Anam. Andri dan orang tuanya pun setuju," ujar dia.

Selama hampir 3 tahun dirawat di Harapan Jaya, Andri merasa senang dan berangsur-angsur bisa menggerakkan tangannya.

"Luka yang membusuk berangsur pulih. Dia sudah mulai bisa makan sendiri pakai sendok. Bisa duduk di kursi roda. Bisa telungkup dan telentang, meski tidak tahan lama," ujar Osborn.

Kepada bapatuanya, Andri mengaku penyakitnya berkurang, sebab di Harapan Jaya dia dirawat dengan penuh perhatian. Para pengasuh dan perawatnya bekerja tulus dengan kasih Tuhan.

"Semua pasien dianggap keluarga dan saudara. Diperhatikan makanannya, diperhatikan imannya terutama kesehatannya," kata Osborn.

Jatuh Cinta pada Marya

Karena begitu senangnya dirawat di Harapan Jaya, Andri pernah berjanji kepada keluarganya untuk tetap tinggal di situ jika sudah sembuh nanti.

Nah, pada momen itulah Andri ternyata mengaku jatuh cinta dengan Marya Susanna Ndruhu, salah satu perawat yang hampir tiap hari memperhatikan dan merawatnya.

Ternyata, Marya juga jatuh cinta pada Andri. "Cita itu memang buta," kata Osborn.

Kegembiraan Andri Siahaan dan Marya Suanna Ndruhu. Facebook/Osborn Siahaan

Setelah dua bulan berobat jalan di rumahnya di Kompleks Perumahan PLN, Matubung, Andri menceritakan pada keluarga bahwa dia dan Marya sudah bertekad membentuk keluarga. Singkat cerita, pernikahan pun berlangsung pada 9 April 2016.

"Dengan susah payah mukjizat Tuhan pun tercipta. Andri yang masih lumpuh itu menikah dengan Marya Susanna, yang tubuhnya amat sempurna," kata Osborn.

Pemberkatan nikah di Gereja Oikumene, Jl Veteran Pulau Berayan, Medan itu memang tidak biasa. Ratusan pasang mata menyaksikan Andri yang duduk di kursi roda, dan Marya yang berdiri sempurna diberkati untuk menjadi satu dalam ikatan pernikahan, dan tidak bisa diceraikan oleh apapun, kecuali maut.

"Semoga kesetiaan Marya Susanna sempurna dengan kasih Tuhan," kata Osborn.