Kisah Omega Trio Rekaman Setelah 10 Tahun Manggung di Pesta Batak

Tuntun Siallagan | Selasa, 04 April 2017 13:04:37

Omega Trio/FB
Omega Trio/FB

Bagi pengagum musik Batak, Omega Trio barangkali sudah tidak asing lagi. Terlebih setelah lagu dalam album perdana mereka berjudul ‘Mardua Holong’ cukup memikat hati para pendengar, hingga banyak yang menghafalnya mulai dari anak-anak, naposo dan bahkan juga orang tua.

Namun, di balik ketenaran Omega Trio saat ini, ternyata grup penyanyi Batak yang diisi oleh Andohar Tuah Sianaga (suara satu), Saut Barasa (suara dua), dan Jeferson Siallagan (suara tiga) itu mempunyai kisah yang cukup panjang dalam karier mereka di dunia tarik suara.

Butuh 10 tahun bagi mereka tampil di panggung-panggung dan pesta-pesta Batak sampai akhirnya bisa masuk dapur rekaman.

Kepada batakgaul.com, Saut yang juga pencipta ‘Mardu Holong’ menceritakan awal terbentuknya trio ini pada 2002.

“Saat itu jumpa di warung tuak di kampung, daerah Bosar Maligas sepulang merantau dari Bandung. Saya, abang saya dan yang bermarga Siallagan. Karena memang klop, kami pun berencana untuk membentuk sebuah trio,” ujar Saut Barasa kepada batakgaul.com beberapa waktu yang lalu.

Omega Trio/FB

Setelah mulai manggung ke acara-acara pesta, padah 2004, abang dari Saut pun memilih merantau ke Kalimantan. Mau tidak mau, mereka pun kembali mencari seorang personel lagi.

Saat itulah mereka bertemu dengan Andohar Tuah Sinaga. Karena memang sama-sama merasa cocok, trio ini pun berlanjut hingga saat ini.

Sebelum akhirnya berhasil masuk dapur rekaman, Omega Trio cukup lama malang-melintang di acara pesta-pesta adat Batak. Begitu juga dalam acara-acara lainnya termasuk jika ada perusahaan yang khusus mengundang mereka untuk mengisi acara hiburan.

Lalu, bagaimana awalnya bisa masuk rekaman?