Keren! Sambil Kuliah, Boru Batak Ini Jual Souvenir Bermotif Ulos

Tuntun Siallagan | Kamis, 27 Oktober 2016 06:10:24

Artha Boru Gultom dan Winna Boru Manullang, penjual souvenir bermotif ulos/batakgaul
Artha Boru Gultom dan Winna Boru Manullang, penjual souvenir bermotif ulos/batakgaul

Di sudut sebalah kanan gedung Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), Medan,  Artha boru Gultom telihat sibuk melayani beberapa pembeli yang mengunjungi tempat dia berjualan. Ada anak sekolah, ada orang dewasa yang menyambangi barang dagangannya.

Bukan keramahan penjualnya yang menarik perhatian pengunjung, melainkan karena barang dagangannya yang memang terlihat unik. Ada gelang, sarung, tas sandang, kalung, ikat pinggang, sortali, gantungan kaca mata, yang keseluruhannya terbuat berbahan dari ulos.

"Selama empat hari ini rencana berjualan di sini. Sebelumnya jualannya hanya via online. Yang dijual semua pernak-pernih berbahan ulos," ujar Artha saat ditemui kemarin.

(BACA: Ahok Sudah Diulosi oleh Dua Keluarga Batak Ini)

Boru Gultom ini sengaja datang untuk menjajakan barang dagangan mereka dan khusus untuk memeriahkan Jong Bataks Art Festifal Ketiga 2016 yang diadakan oleh Rumah Karya Indonesia di TBSU, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Sumatera Utara.

Tidak berapa lama, pemilik dagangan tersebut, Winna Boru Nainggolan tiba di lokasi. Boru Batak yang tinggal di Tomok, Samosir, ini mengaku baru saja pulang dari kampusnya di Universitas Sumatera Utara. Kebetulan dia mahasiswi semester akhir di sana.

"Baru pulang dari kampus, Bang, kemudian langsung ke mari (TBSU)," ujarnya memulai pembicaraan.

Artha Boru Gultom melayani pembeli/batakgaul

Dikisahkan Winna, awalnya dia bisa berjualan di lokasi setelah melihat spanduk yang terpajang di depan TBSU. Melihat itu, mahasiswi jurusan Fisip USU itu pun kemudian menghubungi pihak penyelenggara acara hingga akhirnya dia bisa berjualan di TBSU.

"Sebelumnya saya jualanya hanya via online, di instagram tepatnya. Saya menggeluti usaha ini sudah setahun belakangan. Nambahin uang jajan karena masih kuliah," ujarnya.

(BACA: Selamat Hari Ulos Nasional, Bangso Batak!)

Winna mengaku terinspirasi lantaran orangtuanya di Tomok berdagang ulos dan juga souvenir lainnya seperti patung. Karena waktu luang lumayan banyak, dia pun memanfaatkan waktu untuk berdagang souvenir berbahas ulos via online. 

"Kebetulan mama juga pandai menjahit, jadi semua barang-barang ini diciptakan sendiri dan bahanya ada dari ulos. Karena saya juga suka yang berbaur budaya, makanya tercipta seperti barang-barang yang ada di depan ini," jelasnya.

Dalam pengelaran Jong Bataks Art Festival 2016, selain pertunjukan dari berbagai macam seni dan budaya, banyak juga para pedagang berada di lokasi. Mereka pada umumnya menjajakan barang dagangan yang berkaitan dengan budaya. 

Ada makanan khas dari beberapa daerah di Sumut dan ada juga pakaian-pakaian yang dihiasi tulisan-tulisan berbahasa Batak.

SPONSORED
loading...