Keren! Pasangan Tionghoa Ini Menikah dengan Adat Batak Toba

Alex Siagian | Sabtu, 17 Desember 2016 10:12:57

Pernikahan Darwin Gunawan dan Lina Wijaya/adi
Pernikahan Darwin Gunawan dan Lina Wijaya/adi

Pesta pernikahan adat Batak Toba (unjuk) tidak selalu dilakukan oleh halak hita saja. Buktinya pasangan keturunan Tionghoa, Darwin Gunawan dan Lina Wijaya, melakukannya juga.

Bertempat Gedung Serbaguna HKBP Sabungan, Siborongborong, Tapanuli Utara, 3 Desember 2016 lalu, pasangan itu bahkan menjalani semua proses pernikahan adat Batak, yang kalian tahu lamanya bukan main… :)

Florentina Maria, ibunda mempelari pria, mengatakan pernikahan adat itu terlaksana karena keluarganya yang keturunan Tionghoa sudah terbiasa dengan adat Batak. Makulm saja, mereka sudah 30 tahun tinggal di Siborongborong.

“Nenek saya dari mamak juga orang Batak, Boru Hutagaol dari Sigumpar. Jadi seperempat darah saya adalah darah Batak," kata Florentina saat batakgaul.com berkunjung ke warung Bakmi Siantar miliknya di Jl Sisingamangaraja, Siborongborong, belum lama ini.

(LIHAT: Hebat! Nikahi Wanita Karo, Bule Ini Nikmati Pesta Adat)

Lamanya tinggal di Siborongborong dan berdarah seperempat Batak inilah yang membuat keluarga ini selalu merasa dekat dengan halak hita yang merupakan penduduk asli Taput. 

Karena merasa dekat itu, Florentina pun tidak kesulitan mencari orang Batak sebagai orangtua adat buat menantunya.

Pernikahan Darwin Gunawan dan Lina Wijaya/adi

Dalam pesta pernikahan itu, sang menantu diangkat menjadi Boru Tambunan. Sedangkan yang menjadi hasuhuton (mewakili mempelai pria) dalam acara itu adalah marga Sihombing. 

Florentina juga menyebut Tambunan adalah pariban atau boru ni tulang buat anak lelakinya. Tentu sebutan ini ada dasarnya.

"Jadi menantu saya diangkat jadi Boru Tambunan karena abang saya juga sudah diangkat jadi marga Tambunan. Soalnya abang saya itu nikah dengan Boru Simanjuntak dan tinggal di Dolok Sanggul. Karena itulah, menantu saya jadi boru tulang," papar Florentina.

(BACA: 5 Artis Ini Bangga Menikah dengan Adat Batak)

Soal hasuhuton dari marga Sihombing, kata Florentina, itu karena dia dan suaminya, Joseph Kristanto Gunawan, bergabung dalam Serikat Tolong Menolong (STM) bersama masyarakat Batak di lingkungan mereka. 

“Ketua STM kami di sini marga Sihombing," ujarnya lagi.

Kerabat Tionghoa Bingung

Diakui Florentina, pesta pernikahan dengan adat Batak itu sempat membuat para kerabatnya keturunan Tionghoa dari luar kota sedikit bingung.

"Saudara kami yang dari Medan dan Siantar sempat kebingungan. Karena mereka belum pernah mengikuti pesta orang Batak. Kalau saya sudah sering," lanjut Florentina sambil tertawa. 

Tak hanya bingung dengan adatnya, kata Florentina, para kerabatnya juga sempat heran saat makan. "Mereka juga sempat bingung karena porsi makan siangnya banyak," lanjut Florentina lagi sambil tertawa. 

Pernikahan Darwin Gunawan dan Lina Wijaya/adi

Meski begitu, Florentina mengatakan para saudaranya itu sangat terkesan dengan rasa daging saksang saat makan siang. 

"Ada sebagian dari mereka yang belum pernah makan saksang, jadi mereka sempat kaget kalau ternyata saksang itu sangat enak,” katanya.

Florentina juga mengatakan, ke depan keluarganya yang tinggal di Siborongborong juga akan melaksanakan adat Batak dalam kegiatan lain. 

"Ke depan, kita pakai adat batak lagi dalam acara yang lain untuk keluarga yang tinggal di sini. Soalnya kita merasa sebagai bagian dari orang Batak,” ujar Florentina yang mengerti bahasa Batak namun belum bisa mengucapkannya.

SPONSORED
loading...