Ini Penyebab Lidah Mati Rasa Setelah Makan Andaliman

Coky Simanjuntak | Sabtu, 16 April 2016 23:04:33

Andaliman (<i>Zanthoxylum acathopodium DC</i>). Blogspot
Andaliman (Zanthoxylum acathopodium DC). Blogspot

Jika kalian suka makan masakan Batak, pasti kalian kenal yang namanya Andaliman (Zanthoxylum acathopodium DC). Bumbu yang sering disebut “Merica Batak” ini tidak tergantikan jika kalian memasak arsik, saksang, naniura, tinombur, dan masakan halak hita lainnya.

Hal itu mungkin karena Andaliman bisa menimbulkan sensasi unik di lidah ketika kita menyecapnya.

Awalnya lidah kalian bisa merasakan getir dengan aroma jeruk yang lembut, namun ‘menggigit’. Kemudian, lidah kalian bisa kelu atau mati rasa dibuatnya.Lantas, apa yang membuat Andaliman bisa demikian?

Sebuah penelitian menyebutkan, rasa kelu di lidah itu disebabkan adanya kandungan hydroxy-alpha-sanshool pada Andaliman. Hydroxy-alpha-sanshool adalah molekul yang banyak ditemukan pada tumbuhan dari genus Zanthoxylum.

Ikan Mas Arsik. Nusantraveller.com

Sementara ‘sanshool’ adalah senyawa yang penamaannya diambil dari Bahasa Jepang untuk Lada Sichuan (Sichuan Papper), sanshō (山椒). Adapun tambahan ‘ol’ di akhir kata ‘sansho’ menunjukkan alkohol. 

(BACA: Kuatnya Cinta Marya, Menikah dengan Andri Siahaan yang Lumpuh)

Meski memiliki struktur kimia yang sama dengan Kapsaisin (zat yang menimbulkan rasa pedas pada cabai), hydroxy-alpha-sanshool menciptakan sebuah efek sensasi yang mekanismenya masih menjadi perdebatan para ahli.

Dalam kuliner nusantara, Andaliman mempunyai beberapa kerabat, yakni Kayu Lemah (Zanthoxylum rhetsa), Kembang Sariawan (Z. Nitidum) dan Karangean (Zanthoxylum avicennae).Sementara itu, di luar negeri, Andaliman juga banyak dipakai dalam masakan Asia Timur dan Asia Selatan.

(Dari berbagai sumber)