Ini Orang Batak yang Disebut Pertama Injakkan Kaki di Eropa

Coky Simanjuntak | Senin, 06 Maret 2017 10:03:33

Willem Iskander (Sati Sutan Iskandar Nasution)/wiki
Willem Iskander (Sati Sutan Iskandar Nasution)/wiki

Sebagai bangsa perantau, wajar jika orang Batak ada di mana-mana, termasuk di sejumlah belahan benua. Amerika, Eropa, Australia, bahkan sampai Afrika.

Sebagai tempat berawalnya peradaban modern, Eropa menjadi tempat tujuan awal perantauan orang Batak secara khusus, dan orang Indonesia secara umum. Rata-rata mereka pergi ke Benua Biru untuk menuntut ilmu.

(BACA: Pendidikan Orang Batak Sudah Terbaik di Indonesia pada Abad 19)

Lalu, siapa orang Batak yang pertama kali injakkan kaki di Eropa?

Sejumlah sumber merujuk pada satu nama: Willem Iskander Nasution. Pria Batak Mandailing ini sudah menginjakkan kaki di Eropa pada 1857 atau hampir separuh abad sebelum Soekarno lahir (1901).

Dia lahir di Pidoli, Mandailing Natal, pada 1840 dengan nama Sati Nasution, dan bergelar Sutan Iskandar. Setelah dibaptis di Arnhem pada 1858, dia lebih sering menggunakan nama Willem Iskandar.

(BACA: 3 Fakta Menarik tentang Pendidikan Orang Batak)

Bungsu dari empat bersaudara dari pasangan Raja Tinating Nasution dan Si Anggur ini adalah generasi ke-11 dari klan Nasution.

Di tanah kelahirannya, Willem dikenal sebagai penulis dan tokoh pendidikan. Sebab, sekembalinya dari Belanda pada 1861, dia mendirikan sekolah di Mandailing.

Lalu bagaimana Willem bisa sampai ke Belanda?