Ini Cara Gomos ‘Si Jenius’ Manalu Belajar Hingga Tembus NASA

Coky Simanjuntak | Sabtu, 16 April 2016 23:04:09

Gomos Manalu. Facebook/Gomos Prulian Manalu
Gomos Manalu. Facebook/Gomos Prulian Manalu

Perjuangan Gomos Manalu benar-benar membuat Indonesia, terlebih Bangso Batak, bangga luar biasa.Bagaimana tidak, hasil penelitian siswa SMA Unggul Del, Toba Samosir ini, akhirnya lolos seleksi NASA, badan antariksa Amerika Serikat.

Ini bukan prestasi ecek-ecek! Sebab, Gomos adalah orang Indonesia pertama yang karya penelitiannya dibawa ke luar angkasa oleh NASA. Apalagi Gomos yang baru berusia 17 tahun masih terbilang muda untuk meraih prestasi sebesar ini.

Lantas, apa yang membuat orang kampung macam Gomos bisa berpretasi kelas dunia?

Tidak ada kata lain kecuali belajar. Dibesarkan di keluarga kurang mampu, tidak lantas membuat Gomos menyerah untuk belajar.

Semasa kecil, Gomos mengaku kerap membaca buku hasil kutipan ayahnya yang kala itu bekerja mengumpulkan barang-barang bekas. “Karena kami tidak mampu membeli buku,” kata Gomos tertunduk. (BACA: 3 Kekurangan Ini Tak Halangi Gomos Manalu Beprestasi Kelas Dunia)

Gomos Manalu (kedua dari kiri) bersama para rekan, guru dan peneliti di NASA. Facebook/Gomos Parulian Manalu

Sementara itu, ketika menginjak bangku sekolah dan harus menghadapi Ujian Nasional, Gomos mendapat buku dari hasil pinjaman teman. Semua dilakukan Gomos semata-mata untuk menutupi kekurangan bapaknya yang cuma bekerja sebagai pedagang asongan dan sesekali menjadi tukang potong daging saat pesta adat.

Soal cara Gomos belajar, sang ibunda mengungkapkan, kalau anaknya itu kerap berlama-lama mengurung diri di kamar hanya untuk membaca buku. “Ditutuplah kamar itu, sendirian. Kami mana tahu lagi,” kata Ibunda Gomos yang sehari-sehari bekerja sebagai penjual roti.

Tidak hanya mengurung diri dalam kamar, Gomos juga tak segan menegur jika ada yang berisik mengganggu belajarnya. “Yang ketawa gak boleh, yang lari-lari gak boleh. Pokoknya harus diam semua,” kata ibunya lagi. (LIHAT: Video Perjuangan Keluarga Manalu Jadikan Gomos Kelas Dunia!)

Kini, dari hasil belajarnya yang gigih tersebut, Gomos bisa menelurkan riset ‘Micro-Aerobic Fermentation In Space With Micro Gravity' yang sudah dibawa ke luar angkasa pada 23 Maret 2016 silam, dengan menggunakan roket Atlas 5 dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

Saat ini, micro lab rancangan siswa jenius dari kampung Sitoluama Toba Samosir ini sudah mengorbit pada ketinggian sekitar 400 km (low earth orbit) di dalam Cygnus cargo freighter.