'Kuantarkan kau ke tempat tidurmu, kau takkan bangun lagi'

Coky Simanjuntak | Sabtu, 23 April 2016 05:04:22

Lestari Sibarani dan Amrin Pandiangan/facebook
Lestari Sibarani dan Amrin Pandiangan/facebook

Malam ini seminggu lalu barangkali menjadi momen terpahit dalam hidup Amrin Pandiangan. Sebab, sang kekasih, Lestari Sibarani (24), berpulang ke pangkuan Bapa di Surga lewat sebuah kecelakaan maut di Jalan Sunggal, Medan, Sabtu (16/4).

Bersama kakaknya, Nova Sibarani (29), Lestari diseruduk sebuah truk saat hendak pulang sehabis bermalam minggu di Ringroad Citywalk, mal di kawasan Ringroad Medan.

Sang kakak yang sudah berkeluarga pun ikut menemui ajal akibat aksi kebut sopir truk demi mengejar lampu merah.

"Tak kuasa deruh air mata dari pelipisku. Menatap wajah indahmu dari dekat untuk terakhir kalinya," kata Amrin saat mengantarkan jenazah Lestari ke liang lahat di Desa Sibarani Nasappulu/Namukkup, Laguboti, Toba Samosir, Sumut, Minggu (18/4).

Kesedihan Amrin itu dia tuangkan lewat sebuah postingan di aku Instagram miliknya. "Aku tak kuasa menahan gelora jiwaku yang penuh kepedihan dan kesedihan. Goodbye sayangku," ujar Amrin lirih.

Dalam akun media sosial itu, Amrin juga mencurahkan kepedihan hatinya ditinggalkan sang kekasih lewat sebuah tragedi. Berputar kembali di kepala Amrin momen-momen romantis saat bersama Lestari.

"Kau bilang 'Bang ayo ke pantai'. Kuturutinya, kubawanya kau ke pantai, bermain air dan pasir dengan begitu romantisnya, yang membuat orang iri pada kita," tulis Amrin.

Akun Instagram Amrin Pandiangan

Selama berpacaran, Amrin mengatakan selalu memenuhi permintaan Lestari, sesulit apapun itu. "Tapi kini hari ini aku telah mengantarkan mu untuk terakhir kalinya ke tempat tidurmu, yang mana engkau tak akan bangun-bangun lagi," ujar Amrin yang ikut mengangkat peti kekasihnya menuju liang lahat.

"Tak kuasa aku melihat wajah nan elokmu yang membuat aku menangis seharian," ujar dia.

Lestari tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan. Pada Mei 2016 mendatang, Lestari seharusnya akan diwisuda sebagai Sarjana Pendidikan (S.Pd) bidang Bahasa dan Sastra Indonesia. (BACA: Malam Minggu Terakhir untuk Lestari dan Nova Sibarani)

Selain aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan, Lestari juga dikenal sebagai seorang penulis yang telah melahirkan beberapa karya sastra bersama rekan-rekannya. Bahkan, pemilik nama lengkap Lestari Lasma Sibarani ini pernah menjuarai lomba cerpen Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan pada 2011 silam.

Rudy Yanto Sitohang, yang bersama mendiang pernah menjadi juara lomba cerpen tersebut, mengatakan, karya Lestari tercatat dalam sejumlah antologi. Misalnya, Antologi Cerpen Tualang penerbit Labsas (2011), lalu Antologi cerpen ‘Pijar Heroik’ penerbit harfeey (2012).

“Ada juga antologi puisi kontemporer 'Dongeng-dongeng Cinta Tikus-Tikus Kantor' tahun 2013, dan antologi cerpen Guru Itu Emas, penerbit goresan pena publishing tahun 2013. Itu yang masih bisa terlacak sejauh ini,” kenang Rudy.