Hari Ini 18 Tahun Lalu, Kiky Pasaribu Nyaris Mati Kena Peluru

Coky Simanjuntak | Rabu, 11 Mei 2016 18:05:44

Rizky Rahmawati Pasaribu/youtube
Rizky Rahmawati Pasaribu/youtube

Hari ini 18 tahun lalu, Rizky Rahmawati Pasaribu tergeletak di Jalan S Parman, Jakarta Barat. Mahasiswi Trisakti itu terserempet peluru karet aparat yang membubarkan paksa demo reformasi 1998 di depan kampusnya.

Momen terkaparnya Kiky, sapaan akrab Boru Pasaribu itu, pada 12 Mei 1998 diabadikan oleh fotografer Harian Kompas, Julian Sihombing dan dimuat surat kabar nasional terbesar itu.

“Banyak yang setelah melihat foto itu mengira saya tewas," kata Kiky di surat kabar yang sama sepuluh tahun kemudian.

Julian Sihombing, yang sudah berpulang ke pangkuan Bapa di Surga Oktober 2012 itu, memang merekam momen dramatis seorang mahasiswi 19 tahun yang terkapar dan meminta pertolongan setelah terserempet peluru karet.

Dari foto itu tampak Kiky hanya bisa terbelalak menatap langit dengan kacamata tersangkut di atas pelipis. Kedua tangannya terentang dengan kepala sebelah kiri mengucur darah. Mengguyur kaos kuning berbalut almamater jaket berwarna biru tua.

Kiky Pasaribu terkapar di Jl S Parman, 12 Mei 1998/Julian Sihombing (Kompas)

Kiky kemudian dibawa ke bekas kantor Wali Kota Jakarta Barat. Aparat membawanya ke sana bersama sejumlah mahasiswa lain yang diamankan.

Di tengah tangis histeris di bekas kantor itu, aparat bahkan sempat menodongkan pistol ke arah kepala Kiky. Namun, takdir berkata lain, aparat tersebut batal menarik pelatuknya.

Kiky sadar setelah seorang lelaki membangunkannya dari pingsan. Dia kemudian dibawa keluar ruangan untuk ditenangkan dan diberi segelas teh hangat oleh seorang wanita tidak dia kenal.

Dia kemudian dipaksa berkumpul bersama empat mahasiswa. Seluruh wajah mereka memar, dua di antaranya dikenal Kiky sebagai mahasiswa Trisakti.

"Kita berlima dibawa pakai mobil ambulans polisi, katanya mau diobati tapi kita dibawa ke Polda," ujarnya.

Meski sudah 18 tahun berlalu, Kiky masih ingat betul momen-momen yang nyaris melenyapkan nyawanya. Boru Batak cantik ini kini mengikuti profesi ayahnya, Zul Amali Pasaribu, menjadi pengacara.

Sama seperti kebanyakan halak hita, Kiky juga memimpin sebuah kantor pengacara Jalan Raya Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kesuksesakan Kiky hari ini adalah buah dari reformasi yang dia perjuangankan bersama kawan-kawannya 18 tahun lalu.