Di Kampung Samosir Ini, Anak-anak Bertenun Ulos Sepulang Sekolah

Alex Zetro Siagian | Sabtu, 18 Maret 2017 10:03:36

Monica boru Situmorang bertenun ulos sepulang sekolah/simon siregar
Monica boru Situmorang bertenun ulos sepulang sekolah/simon siregar

Jangan ngaku pernah ke Samosir jika belum pernah ke Huta Raja, Desa Lumban Suhi-suhi Toruan, Kecamatan Pangururan. Sebab, kampung ini adalah salah satu penghasil ulos Batak terbesar di pulau berjuluk 'Negeri Indah Kepingan Surga' tersebut.

Maklum, tak hanya kaum ibu, tapi anak-anak perempuan yang masih berusia belasan tahun juga sudah menjadi penenun ulos di desa ini. 

Lokasi Huta Raja persis di pinggir jalan lintas Pangururan-Tomok. Hanya berjarak sekira 20 menit dari Kota Pangururan jika mengendarai sepeda motor.

Sesampainya batakgaul.com di huta ini, Selasa (14/3), sudah disajikan dengan pemandangan ibu-ibu yang sedang bertenun di depan rumah masing-masing. 

Sambil ngobrol dengan rekan-rekannya sesama penenun ulos, mereka duduk di belakang alat tenun tradisionalnya. Jemari mereka tampak cekatan menganyam benang yang sekilas terlihat seperti kusut.

Seorang ibu bertenun ulos di depan rumahnya di Huta Raja/simon siregar

Uniknya, para ibu-ibu penenun ini adalah orang yang datang dari luar Huta Raja. Mereka tinggal di kampung itu karena ikut suami yang memang lahir dan besar di situ.

“Waktu gadis aku nggak tau bertenun, setelah menikah dan ikut suami ke sini, baru mulai belajar bertenun," ujar Boru Simarmata kepada batakgaul.com. 

Dari kebiasaan bertenun para ibu-ibu inilah, Huta Raja dikenal sebagai salah satu wisata budaya di Samosir yang dapat membantu perekonomian warganya.

Bagaimana caranya?